RSS

happy birthday wigus sayang :*

Aooo semuanya , udah lama ya gue gak share cerita , nah sekarang gue mau share cerita nih , ceritanya tentang hari ulang tahun pacar gue , seru lo , disimak ya ;;) Pacar gue ulang tahun tanggal 20 agustus guys , nah gue udah bikin kadonya dari bulan juni , tau gak kenapa ? soalnya dipikiran gue bulan juli sama agustus itu gue sibuk banget , ya emang sibuk pas bulan itu , tapi ternyata banyak libur juga , ya intinya udah kelar lah kadonya , dan kalian tau apa kadonya ? oke sekarang gue certain gimana ribet bikin kadonya . Idenya lucu lo , ini muncul pas gue lagi mandi , terus gue pikirin deh gimana biar lebih kreatif lagi . hmm , kadonya mungkin sederhana , tapi bikinnya ribet loo , sampe dibantuin sama mila hehe . idenya gini , dia kan suka banget sama sepak bola , ya gue juga suka banget kok , tapi team kesukaan kita beda , dia suka team Chelsea , sedangkan gue sukanya team Manchester united hehe . kita kadang sering berantem lo kalo udah debat masalah bola , saking fanatik gini dah . eh kok jadi ngelantur kesana , lanjut lagi yuk idenya . dari kesukaan dia sama sepak bola gue akhirnya bikinin dia replika lapangan sepak bola guys , dengan lengkap beserta pemain Chelsea semua dilapangannya . oke ide udah bagus ya , nah pas itu gue bingung bikin lapangannya dari apa , terus naruh pemainnya gimana :/ huhh , emang membingungkan guys , sampe semingguan tuh gue mikirin gimana cara bikin lapangannya , dan didapatkanlah ide kalo lapangannya dibikin dari sterofom , tau gak apa itu ? itu lo yang sering dipake bikin mading , nah gue beli sterofomnya 1 hehe , ya irit biaya , ini kan gue pengennya bikin yang wow tapi dengan duit yang dikit . ya maklum lah gue kan belum bisa nyari duit hehehehe . oke sterofom dan yang lainnya udah gue beli , dan saatnya mulai untuk bikin kadoooo dengan dibantuin sama mila . Sterofomnya udah bagus lo warna ijo , kan pas tuh sama warna rumput dilapangan , tapi gue bungkus pake kertas karton warna ungu , soalnya dia kan suka warna ungu makanya gue pake warna ungu . jadinya gak pas gitu sama warna lapangan yang sebenarnya . ya gak apa-apalah , nah selesai gue bungkus sterofomnya , abis itu gue isiin tulisan happy birthday gitu , dan kalian tau apa yang gue pakek ? tadaaaa tali sepatu hahahahaha , tali sepatunya warna pink lo , itu tali sepatu sisa pas gue ospek guys , kan lumayan daripada gak dipakek hehe , eits tapi itu bukan bekas gue makek , tapi masih baru , kelebihan dibeliin sama kakak gue , tapi masih gue simpen kok , dan lumayan membantu hehe , bagus lo jadinya :D Sekarang saatnya ngiisin pemainnya , gue makek stik ice cream guys , biar mau aja itu fotonya berdiri . kalian tau apa dibalik cerita foto-foto pemain Chelsea ini ? gini guys , gue pikir gampang nyari siapa aja skuad inti Chelsea , kan udah ada om google , ternyata susah , soalnya yang dijelasin di google itu semua pemainnya , gak dikasi tau siapa pemain intinya , yaahhh bingung gue , dan langsung berpikir siapa yang bisa gue tanya masalah ini ? langsung gue tertuju pada salah seorang sodara gue yang emang fanatik sama Chelsea . dan dikasi tau deh kesebelas orangnya siapa aja . pertamanya sodara gue bingung , kok seorang fanatik the red devil nanyain skuad Chelsea , hahaha tapi gak gue kasitau alasannya :D dan setelah dapet kesebelas pemainnya , gue langsung download foto mereka , dan nantinya bakal gue cetak . nah sekarang gue masalahin cetaknya dimana ? terus pas liat dompet , yah duitnya lagi dikit . bukan intan namanya kalo gabisa manfaatin sesuatu hahahahahaha . gue langsung keinget sama kakak sepupu gue yang baru-baru ini beli mesin printer , dan dia juga sempet bilang kalo misalnya gue mau ngeprint di dia aja :D hehehe , dan gue manfaatin itudeh , kan gak gede-gede juga fotonya :D dan akhirnya gue beraniin diri kesana , pede bilang mau ngeprint hihihi , dan diijinin kok :D kan kakak sepupu gue emang paling baik :D hehe , gue juga cetak foto dia , gawang , sama animasi kue yang berisi lilin 23 , dan foto gue juga yang megang kertas yang isi tulisan ‘sayangs , happy birthday’ . Nah itu foto digunting sama mila , biar lebih kebentuk lah . dan gue yang masang fotonya , keren kok , nanti gue share fotonya , kalian mungkin bakal takjub atau malah ketawa cekikikan hehe :D sampe kebentuk lapangan bola lengkap dengan pemain dan gawangnya hihi . hadiah gak berhenti sampai disitu , gue juga bikin 20 ucapan doa , yang gue tulis di kertas origami dan gue lipet bentuk burung hehe . dan semua itu gue bungkus di dalam sebuah kardus , yang udah gue bungkus rapi sebelumnya , keren kok hihi , dia gak bakal nyangka sama kado yang gue kasi . sampe gue inget ternyata itu masih bulan juni haha , dan dengan lucunya itu kado gue nitip itu kado di kamar mila xixixixixi . Oke singkat cerita udah bulan agustus ya , kalian tau dia disuruh kelombok :( tapi cumin seminggu aja sih , ya intinya di pikiran gue dia ada dirumah tanggal 20 , and then , dia berangkat kelombok lagi tanggal 20 T.T pengen nangis rasanya , kado yang udah gue bikin dengan susah payah :( tapi gue gak kehabisan akal , gue minta tolong sama adiknya , gue titip tuh kado di adiknya , biar tanggal 20 dikasi ke dia . Dan tanggal 20 itupun tiba , gue begadang guys dari tanggal 19 hihi , ya pengen jadi yang pertama dong haha , tapi kayaknya dia udah tidur , gak ada respon hehe . sampe pas paginya , dia tiba-tiba sms bilang makasi banyak atas kado dan ucapannya , seneng banget rasanya , ternyata usaha yang udah gue bikin dari waktu ini gak sia-sia aaaaaaaaaakkkkkkkkkk :’) Oke segitu cerita gue , happy reading all :*

Baca Selengkapnya......
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Macam-Macam Klien Dalam Asuhan Kebidanan

MACAM-MACAM KLIEN DALAM ASUHAN KEBIDANAN

Dalam memberikan bantuan konseling, kita dituntut untuk mengetahui pengaruh berbagai fase kehidupan ini pada cara seseorang memandang masalah dan kesulitannya.
A.Konseling Pada Anak
Seorang anak membutuhkan bimbingan dan dukungan moral fisik dari keluarga yang juga akan mengatur cara pandang mereka. Karena hubungannya anak dengan anak lainnya didasarkan pada keyakinan, perspektif, aturan dan nilai keluarga. Memahami kebutuhan anak, sangat memahami kebutuhan anak, sangat diperlukan dalam membantu menyikapi perilaku emosional mereka. Anak-anak perlu merasa dihargai dan bangga terhadap diri sendiri. Ketika ada masalah, dan ada sesuatu yang salah, anak-anak sering percaya bahwa itu sebagai kesalahan mereka. Satu hal penting yang perlu diingat berkenaan dengan anak-anak adalah adalah bahwa mereka , meskipun sebenarnya mereka berkemampuan untuk membuat pilihan dan mengambil keputusan yang sesuai dengan diri mereka. Misalnya, mereka dapat memilih cara untuk merespon situasi-situasi sosial yanga berlainan. Akan tetapi, kenyataanya banyak keputusan yang mempengaruhi keseharian mereka, secara signifikan atau alakadarnya, dibuat oeh orangtua mereka. Membantu anak-anak menghadapi masalah-masalah serius, yang menyebabkan mereka sepenuhnya tidak berdaya dan putusasa karena masalah-masalah tersebut terjadi diluar kendali mereka, melibatkan banyak keterampilan-keterampilan dan menyita waktu.



B.Konseling Pada remaja
Masa remaja adalah fase kehidupan yang menandai transisi dari anak-anak kedewasa. Seorang remaja diharapkan berubah dari ketergantungan menjadi independen, mandiri dan dewasa. Remaja mempunyai kebutuhan untuk mengembangkan identitas mereka sendiri, sehingga fase remaja adalah masa eksperimentasi dan masa untuk mencoba-coba mengambil resiko.
Konseling pada masa remaja bertujuan memberikan pemahaman dan upaya penyesuain diri terhadap perubahan fisik dan emosi yang terjadi pada usia remaja. Sehingga cara yang terbaik untuk membantu remaja mengubah keyakinan, sikap, dan idenya adalah membantu bereksplorasi, bukan menentang mereka secara langsung. Membangun hubungan saling percaya, bersikap tidak menghakimi, memvalidasi sudut pandang remaja, melakukan refleksi, dan mengajukan-mengajukan pertanyaan terbuka akan membantu para remaja mersa dihargai dan terdorong mengeksplorasikan alternative-alternatifnya menyangkut masa depan mereka. Pelaksanaan konseling pada remaja menggunakan pendekatan kelompok. Pertama, bidan perlu menjalin hubungan komunikasi secara terbuka menerima remaja secara utuh hingga remaja bisa secara terbuka mengungkapkan hal-hal yang belum diketahui. Untuk memperjelas arah dan tujuan proses konseling yang akan dilaksanakan, bidan memberikan masukan berupa pengetahuan berupa :
1.Perubahan fisik atau biologis sesuai dengan usia perkembangan remaja putra dan putri
2.Perubahan emosi dan perilaku pada usia remaja
3.Proses kehamilan yang mungkin dapat terjadi pada usia remaja dan dampaknya
4.Penyalahgunan obat dan bahan yang berbahaya, termasuk dalam kelompok narkoba
5.Kenakalan remaja
Proses konseling pada dasarnya tidak cukup dengan satu kali pertemuan, kemungkinan akan berlanjut pada pertemuan berikutnya. Setiap akhir pertemuan hendaknya diupayakan untuk dapat membuat kesepakatan pertemuan berikutnya yang berfungsi untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan pilihan jalan keluar klien. Masalah lain yang sering dialami oleh remaja adalah kehamilan tanpa ikatan pernikahan, yang dapat menimbulkan masalah bagi remaja itu sendiri, keluarga, ataupun masalah yang berkaitan dengan kesehatan reproduksinya.
Bidan sebagai konselor melaksanakan konseling terhadap remaja yang bermasalah juga kepada keluarga sebagai orang tua, bertujuan antara lain:
1.Mencegah upaya abortus provokatus
2.Mendorong ibu (remaja yang hamil) untuk mencari pelayanan kesehatan
3.Mempersiapkan kelahiran bayi secara normal
4.Mempersiapkan ibu dan keluarga agar menerima kelahiran bayi
5.Pada orang tua remaja, mendorong untuk diresmikannya pernikahan putra putrinya.

C.Konseling Pada Calon Ibu atau Calon Orang Tua
Konseling pada calon ibu atau calon orang tua membantu pemahaman diri menjadi orang tua, baik sebagai ayah maupun sebagai ibu. Perubahan status kehidupan sesuai dengan perkembangan terjadi secara alami. Tetapi ketika masuk pada transisi, terjadi gejolak yang dialami oleh individu walaupun sifatnya hanya sementara. Salah satu peran ketika mengahadapi klie adalah melaksanakan kegiatan bimbingan dan konseling kebidanan berkaitan dengan masalah yang dihadapi keluarga.
Masalah yang dihadapi keluarga meliputi :
1.Kesehatan anggota keluarga
Meliputi kondisi kesehatan ayah/suami, ibu/istri, dan anak.
2.Pendidikan
Pendidikan formal dan non formal bagi anggota keluarga. Latar belakang pendidikan ayah dan ibu sangat berpegaruh terhadap pola pikir keluarga dalam penentuan pendidikan pada anaknya.
3.Hubungan antar dan inter keluarga
Sangat berpengaruh terhadap kehidupan keluarga, terutama hubungan ibu dan ayah yang biasanya menjadi model bagi anak-anaknya. Hal ini menjadi pola perilaku anak di masyarakat di luar keluarga. Hubungan keluarga menjadi kurang harmonis karena ketidaksamaan pandangan.
4.Psikososial
Masalah psikososial biasanya terjadi akibat belum terciptanya adaptasi di masyarakat, terutama sterhadap norma dan tata nilai yang berlaku dalam masyarakat.

D.Konseling Masa Antenatal atau Konseling Pada Ibu Hamil
Konseling yang diberikan oleh bidan pada tri mester pertama dan kedua adalah pemberian informasi tentang perubahan yang terjadi pada perkembangan janin sesuai usia kehamilan, serta perubahan yang terjadi pada ibu sendiri dan pencegahannya. Konseling pada trimester ketiga berfokus pada intervensi yang diberikan pada klien adalah keadaan janin dalam rahim, posisi janin yang berkaitan dengan letak janin, persiapan persalinan baik yang normal maupun abnormal.
Konseling pada masa antenatal pertama ditujukan pada ibu dengan kehamilan pertama :
1.Trimester 1
a.Perubahan fisik
Perubahan fisik yang dialami pada masa antenatal trimester pertama adalah :
1)Mual yang dapat disertai muntah
2)Hidung tersumbat dan epistaksis terjadi disebabkan edema masal akibat kenaikan kadar estrogen
3)Sering berkemih yang disebabkan uterus yang bertambah besar yang menekan kandung kemih
4)Nyeri tekan pada payudara
5)Hiperpalisipasi
6)Leukorea
7)Sakit kepala karena tekanan emosi, ketegangan mata, pembengkakan vaskuler dan kongesti sinus akibat stimulasi hormonal
b.Perubahan psikologis
Perubahan pada ibu hamil bukan merupakan gangguan psikologis atau kejiwaan, tetapi merupakan bentuk perubahan fisiologis pada ibu hamil. Hal ini disebabkan karena adanya perubahan fisik. Kecenderungan ibu hamil pada trimester pertama merasakan ketidaknyamanan, perasaan ingin marah, tidak menentu yang tidak diketahui penyebabnya.
2.Trimester II
a.Perubahan fisik
Perubahan fisik yang terjadi pada trimester II antara lain :
1)Nyeri epigastrium
2)Edema mata kaki karena penurunan curah balik pada ektremitas bagian bawah
3)Varices vena Karena sirkulasi yang buruk dan melemahnya dinding pembuluh darah
4)Hemoroid karena tekanan uterus kehamilan pada spina yang mengganggu sirkulasi vena
5)Konstipasi
6)Nyeri punggung dan seebagainya
b.Perubahan psikologis
Ibu sudah menerima kehamilannya dan dapat mulai menggunakan energy dan pikirannya secara lebih konstruktif. Pada trimester ini pula ibu dapat merasakan gerakan janinnya banyak ibu yang merasa terlepas dari kecemasan dan rasa tidak nyaman seperti yang dirasakannya pada trimester pertama.

3.Trimester III
Perubahan psikologis
Seorang ibu mulai merasa takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yang akan timbul pada waktu melahirkan dan merasa khawatir akan keselamatannya.

E.Konseling Pada Ibu Melahirkan
Perubahan psikologis ibu melahirkan
1.Fase laten: pada fase ini ibu biasanya merasa lega dan bahagia karena masa kehamilannya akan segera berakhir. Namun, pada awal persalinan wanita biasanya gelisah, gugup, cemasa dan khawatir sehubungan dengan rasa tidak nyaman karena kontraksi. Biasanya dia ingin berbicara, perlu ditemani, tidak tidur, ingin berjalan-jalan dan menciptakan kontak mata. Pada wanita yang dapat menyadari bahwa proses ini wajar dan alami akan mudah beradaptasi dengan keadaan tersebut.
2.Fase aktif :
Saat kemajuan persalinan sampai pada fase kecepatan maksimum rasa khawatir wanita menjadi meningkat. Kontraksi menjadi semakin kuat dan frekuensinya lebih sering sehingga wanita tidak dapat mengontrolnya. Dalam keadaan ini wanita akan menjadi lebih serius. Wanita tersebut men`ginginkan seseorang untuk mendampinginya karena dia merasa takut tidak mampu beradaptasi dengan kontraksinya. Kegiatan konseling pada ibu melahirkan merupakan pemberian bantuan pada ibu yang akan melahirkan dengan konseling mengatasi ketidaknyamanan berkaitan dengan perubahan fisiologis dan psikologis selama persalinan, dan kegiatan bimbingan proses melahirka. Tujuan aktifitas ini untuk kesejahteraan ibu dan proses kelahirannya dapat berjalan dengan semestinya.

Langkah dalam konseling kebidanan pada ibu melahirkan:
1.Menjalin hubungan yang mengenakkan (rapport) dengan klien bidan menerima klien apa adanya dan memberikan dorongan verbal yang positif.
2.Kehadiran
Merupakan bentuk tindakan aktif keterampilan yang meliputi mengatasi semua kekacauan/kebingungan, memberikan perhatian total pada klien. Bidan dalam memberikan pendampingan klien yang bersalin difokuskan secara fisik dan psikologis.
3.Mendengarkan
Bidan selalu mendengarkan dan memperhatikan keluhan klien.
4.Sentuhan dalam pendampingan klien yang bersalin
Sentuhan bidan terhadap klien akan memberikan rasa nyaman dan dapat membantu relaksasi. Misalnya : ketika kontraksi pasien merasakan kesakitan, bidan memberikan sentuhan pada daerah pinggang klien. Sehingga pasien akan merasakan nyaman.
5.Memberikan informasi tentang kemajuan persalinan
Merupakan upaya untuk memberikan rasa percaya diri pada klien, bahwa klien dapat menyelesaikan persalinannya.
6.Memandu persalinan dengan memandu
Misalnya bidan menganjurkan kepada klien untuk meneran pada saat his berlangsung.
7.Mengadakan kontak fisik dengan klien misalnya : mengelap keringat, mengipasi, memeluk pasien, menggosok punggung klien.
8.Memberikan pujian kepada klien atas usaha yang telah dilakukannya
Misalnya : bidan mengataakan : “bagus ibu, pintar sekali menerannya”.
9.Memberikan ucapan selamat kepada klien atas skelahiran putranya dan mengatakan ikut berbahagia.

F.Konseling Pada Ibu Nifas
Bantuan konseling pada ibu nifas, meliputi : adaptasi pada masa nifas, teknik menyusui dan perawatan payudara atau manajemen laktasi. Pemahaman klien terhadap keadaan dirinya perlu memperoleh bantuan, hal tersebut karena klien masih dalam keadaan lelah akibat persalinan, adanya perasaan nyeri setelah bersalin, engorgement, proses involusi, proses lochea, laktasi. Pelaksanaan asuhan kebidanan dengan rawat gabung (rooming in) yang artinya pelaksanaan rawat gabung ibu dan bayinya. Dalam keadaan tersebut, ibu diajak untuk mulai memperhatikan bayinya dan mulai melakukan kedekatan antar ibu dan bayinya. Dalam proses konseling, bidan sebagai konselor harus mampu mendengarkan klien dan melaksanakan bimbingan dan pelatihan kepada ibu dalam rangka memandirikan ibu dalam rangka merawat dan memenuhi kebutuhan bayinya. Bidan memeriksa keadaan fundus uteri dan penuh kelembutan perabaan serta melakukan komunikasi dengan klien dan menerima segala keluhan klien. Bidan membimbing klien dalam melaksanakan proses menyusui yang baik pada proses rawat gabung. Bidan mencotohkan cara memegang bayi dengan kasih sayang penuh.
G.Konseling Keluarga Berencana (KB)
Konseling merupakan aspek yang sangat penting dalam peelayanan KB. Dengan melakukan konseling, berarti petugas membantu klien dalam memilih dan memutuskan jenis kontrasepsi yang akan digunakan sesuai dengan pilihannya. Disampng itu dapat membuat klien merasa lebih puas. Konseling yang baik juga akan membantu klien dlam menggunakan kontrasepsi yang lebih lama dan meningkatkan keberhasilan KB. Konseling juga dapat mempengaruhi interaksi antara petugas dank lien dengan cara meningkatkan hubungan dan kepercayaan yang sudah ada. Namun sering kali konseling diabaikan dan tidak dilaksanakan dengan baik, karena petugas tidak mempunyai waktu dan mereka tidak mengetahui bahwa dengan konseling klien akan lebih mudah mengikuti nasihat. Konseling adalah proses yang berjalan dan menyatu dengan semua aspek pelayanan KB dan bukan hanya informasi yang dibicarakan dan diberikan pada satu kesempatan yakni pada saat pemberian pelayanan. Teknik konseling yang baik dan informasi yang memadai harus diterapkan dan dibicarakan secara interaktif sepanjang kunjungan klien dengan cara sesuai dengan budaya yang ada. Pelayanan KB mencakup pelayanan alat kontasepsi, penanggulangan efek samping, dan komplikasi alat kontrasepsi. Pada pelayanan tersebut terjadi keterlibatan secara utuh, baik dari tenaga pelayanan maupun klien yang menjadi sasaran. Pendekatan pelayanan yang digunakan adalah pendekatan secara medik dan konseling.
Informasi awal pada saat konseling KB adalah manfaat KB terhadap kesehatan dan kesejahteraan keluarga, jenis, metode dan alat kontrasepsi, efek samping dan cara penanggulangannya, komplikasi dan cara penanggulangannya.
1.Hal-hal yang dibutuhkan untuk melakukan konseling KB yang baik terutama bagi calon klien KB baru :
a.Perlakukan klien yang baik
Petugas bersikap sabar, memperlihatkan sikap menghargai setiap klien, dan menciptakan suasana asa percaya diri sehingga klien dapat berbicara secara terbuka dalam segala hal termasuk dalam masalah pribadi sekalipun.
b.Interaksi antar petugas dan klien
c.Memberikan informasi yang baik terhadap klien
d.Hindari pemberian informasi yang berlebihan
e.Tersedianya metode yang diinginkan klien
f.Membantu klien untuk mengerti dan mengngat
2.Langkah-langkah konseling KB (SATU TUJU)
Dalam memberikan konseling khususnya bagi calon klien baru, hendaknya dapat diterapkan enam langkah yang dikenal dengan kata kunci SATU TUJU. Penerapan SATU TUJU tidak perl dilakukan secara beurutan karena petugas harus meyesuaikan diri dengan kebutuhan klien. Beberapa klien membutuhkan lebih banyak perhatian pada langkah yang satu dibandingkan dengan langkah yang lainnya.
Kata kunci SATU TUJU adalah :
SA : berikan Salam kepada klien secara terbuka dan sopan.
T : Tanyakan kepada klien informasi tentang dirinya.
U : Uraikan kepada klien mengenai pilihannya dan beritahu apa pilihan reproduksi yang paling mungkin, termasuk pilihan beberapa jenis kontrasepsi.
TU : bantulah klien menentukan pilihannya.
J : jelaskan secara lengkap bagaimana menggnakan kontrasepsi pilihannya.
U : perlunya dilakukan kunjungan ulang.

Gallen dan Leitenmaier (1987) memberikan satu akronim yang dapat dijadikan panduan bagi petugas klinik KB untuk melakukan konseling. Akronim tersebut adalah GATHER yang merupakan singkatan dari :
G – Greet
Memberikan salam, memperkenalkan diri dan membuka komunikasi.
A – Ask atau Assess
Menanyakan keluhan atau keluhan atau kebutuhan pasien dan menilai apakah keluhan/keinginan yang disampaikan memang sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
T – Tell
Beritahu bahwa persoalan pokok yang dihadapi oleh pasien adalah seperti yang tercermin dari hasil tukar informasi dan harus dicarikan upaya penyelesaian masalah tersebut.
H – Help
Bantu pasien untuk memahami masalah utamanya dan masalah itu yang harus diselesaikan. Jelaskan beberapa cara yang dapat menyelesaikan masalah tersebut, termasuk keuntungan dan keterbatasan dari masing-masing cara tersebut.
E – Explain
Jelaskan bahwa cara yang terpilih telah diberikan/dianjurkan dan hasil yang diharapkan mungkin bisa segera terlihat atau diobservasi beberapa saat hingga menampakkan hasil seperti yang diharapkan.
R – Refer atau Return visit
Rujuk atau fasilitas ini tidak dapat memberikan pelayanan yang sesuai atau atau buat jadwal kunjungan ulang apabila pelayanan terpilih telah memberikan perhatian
3.Faktor Pelaksanaan Konseling
a.Faktor utama
1)Menyampaikan informasi yang jelas, tepat dan benar.
Maka dalam membekali berbagai pengetahuan tentang kontrasepsi, bidan harus memperhatikan hal berikut :
a)Singkat, memilih informasi yang paling penting dan menekankan hal-hal yang perlu diingat
b)Terorganisasi, informasi dikelompokkan dengan kategori tertentu agar mudah diingat oleh pasien
c)Yang pertama adalah yang utama
d)Sederhana, menggunakan kata-kata yang mudah dipahami
e)Spesifik dan konkret
2)Menunjukkan bahwa bidan memberikan perhatian dan respect.
Bidan memperlihatkan perhatian kepada kliennya cara memberikan perhatian berupa memahami dan menerim pendapat, perasaan dan kebutuhan klien.
b.Faktor penunjang konseling
1)Ruang konseling
2)Alat kounikasi, informasi dan edukasi (KIE)
3)Suasana konseling
4)Hubungan rapport
5)Sikap konselor
6)Penampilan konselor
H.Konseling Pada Menopause
Wanita yang mengalami menopause dini memiliki gejala yang sama dengan menopause pada umumnya seperti hotflashes perasaan hangat diseluruh tubuh yang terutama terasa pada dada dan kepala), gangguan emosi, kekeringan pada vagina, dan menurunya keinginan berhubungan seksual.
Gejala menopause dan perimenopause
1.Gejala jangka pendek : vaso motorik: hotflashes, gangguan tidur, palpitasi, sakit kepala. Perubahan psikis atau gejala psikologis steroid seks sangat berperan terhadap fungsi susunan syaraf pusat, suasana hati, fungsi kognitif dan sensorik seseorang. Peruba han ini berdampak pada perubahan psikis yang berat dan fungsi kognitif. Kurangnya aliran darah ke otak, menyebabkan sulit berkonsentrasi, dan mudah lupa. Akibat kekurangan estrogen pada wanita menopause mudah timbul keluhan tersinggung dan merasa ertekan. Kejadian depresi ini juga dijumpai pada laki-laki. Stress social juga dapat mempengaruhi perasaan sejahtera seorang wanita disekitar masa menopause dan mungkin berhubungan dengan kejadian-kejadian:
a.Kematian atau sakitnya orang tua
b.Perpisahan atau ketidak harmonisan perkawinan
c.Kurangnya kepuasan pada pekerjaan
d.Penambahan berat badan dan kegemukan
e.Anak reaja yang ‘sulit ‘ emptiness Syndrom’ sering dikutip dalam kontek ini, tetapi anak beranjak dewasa yang tetap berada dilingkungan keluarga lebih sering menimbulkan masalah.
Kepribadian, faktor budaya dan sikap terhadap menopause jelas mempengaruhi insiden gejala psikologis pada masa klimakterik.
2.Gejala menengah berupa : penurunan keinginan berhubugan seksual, kekeringan pada vagina urogenital, ovarium, uterus, servik, vulva, organ lain : rambut, kulit, mulut dan hidung, mata, otot dan sendi, saluran pernafasan, payudara.
3.Gejala jangka panjang: osteoporosis, penyakit cardiovascular.
Pelaksanaan konseling:
Jika kita membantu seorang lansia untuk mengeksplorasikan sikap dan keyakinannya menyangkut proses penuaan, dia tidak akan merasa terkekang oleh sikap dan keyakinan yang negatif. Respon masing-masing orang dalam menghadapi masa lansia berkaitan dengan keluhan dan perubahan yang dialaminya berbeda-beda antara orang yang satu dan yang lainnya. Sehingga perbedaan itulah yang harus mendapatka perhatian :
a.Mendiskusikan tentang perubahan-perubahan dan gejala-gejala yang umum terjadi pada masa menopause dengan teknik konseling dan pendekatan yang bisa diterima mereka, sehingga akan muncul sikap positif dan menerima perubahannya sebagai proses fisiologis.
b.Kita perlu mengetahui bahwa banyak lansia merasa sedih dan kecewa tatkala mereka mersa tidak mampu lagi melakukan aktifitas-aktifitas yang sebelumnya dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Untuk membantunya, kta perlu memberikan kesempatan berbicara tentang penurunan kemampuan, menvalidasi apa yangmereka sampaikan, dan bersama-sama menemukan solusi untuk mengurangi kecemasannya.
c.Membantu agar lansia merasa nyaman terhadap dirinya sendiri dan apa yang masih dapat mereka lakukan. Kita perlu memberikan dukungan ketika mereka mempelajari hal-hal baru untuk berhasil mensikap fase kehidupan baru.
d.Mengenang masa lalu membantu lansia memelihara perasaan kontinuitas antara masa lampau dan masa kini.

Baca Selengkapnya......
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ekstraksi Vakum

Ekstraksi Vakum

Ekstraksi vakum merupakam tindakan obstetrik yang bertujuan untuk mempercepat kala pengeluaran dengan sinergi tenaga mengedan ibu dan ekstraksi pada bayi . Oleh karena itu , kerjasama dan kemampuan ibu untuk mengekspresikan bayinya , merupakan faktor yang sangat penting dalam menghasilkan akumulasi tenaga dorongan dengan tarikan ke arah yang sama . Tarikan pada kulit kepala bayi , dilakukan dengan membuat cengkraman yang dihasilkan dari aplikasi tekanan negatif (vakum) . Mangkuk logam atau silastik akan memegang kulit kepala yang akibat tekanan vakum , menjadi kaput artificial . Mangkuk dihubungkan dengan tuas penarik (yang dipegang oleh penolong persalinan) , melalui seutas rantai . Ada 3 gaya yang bekerja pada prosedur ini , yaitu tekanan interauterin (oleh kontraksi) tekanan ekspresi eksternal (tenaga mengedan) dan gaya tarik (ekstraksi vakum) .



PEMASANGAN MANGKOK VAKUM

1.Masukkan mangkok vakum melalui introitus , pasangkan pada kepala bayi (perhatikan agar tepi mangkok tidak terpasang pada bagian yang tidak rata atau moulage di daerah ubun-ubun kecil) .
2.Dengan jari tengah dan telunjuk , tahan mangkok pada posisisnya dan dengan jari tengah dan telunjuk tangan lain , lakukan pemeriksaan di sekeliling tepi mangkok untuk memastikan tidak ada bagian vagina atau porsio yang terjepit di antara mangkok dan kepala .
3.Setelah hasil pemeriksaan ternyata baik , keluarkan jari tanan pemeriksaan dan tangan penahan mangkok tetap pada posisinya .
4.Instruksikan asisten untuk menurunkan tekanan (membuat vakum dalam mangkok) secara bertahap .
5.Pompa hingga tekanan skala 10 (silastik) atau -2 (Malmstroom) setelah 2 menit , naikkan hingga skala 60 (silastik) atau -6 (Malmstroom) dan tunggu 2 menit .
Ingat : jangan gunakan tekanan maksumal pada kepala bayi , lebih dari 8 menit !
6.Sambil menunggu his , jelaskan pada pasien bahwa pada his puncak (fase acme) pasien harus mengedan sekuat dan selama mungkin . Tarik lipat lutut dengan lipat siku agar tekanan abdomen menjadi lebih efektif .

Baca Selengkapnya......
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kebutuhan Fisik Ibu Hamil Trimester I , II , III Pada Support Tenaga Kesehatan

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Peran Bidan Dalam Memahami Perubahan Psikologis Ibu Hamil
Bidan harus memahami berbagai perubahan psikologis yang terjadi pada ibuhamil untuk setiap trimester agar asuhan yang diberikan tepat sesuai kebutuhan ibu.Hal ini diperlukan ketelitian dan kehati-hatian bidan untuk mengkaji /menilai kondisi psikologi seorang wanita hamil tidak hanya aspek fisik saja. Memfasilitasi wanita agar mau terbuka berkomunikasi baik dengan suami, keluarga ataupun bidan.Dukungan psikososial selama kehamilan telah menunjukkan secara signifikan dapat meningkatkan kesejateraan emosi. Dukungan psikososial dalam hal ini, (Cobb,1976) mendefinisikan dukungan psikososial sebagai informasi yang membawa seseorang untuk mempercayai bahwa dirinya diperhatikan, dicintai dihargai.



Menurut Schumaker dan Brownell (1984) dukungan psikososial adalah pertukaran sumber informasi antara minimal 2 individu, yang terdiri dari provider dan resipien dengantujuan untuk meningkatkan kesejahteraan resipien.Dukungan psikososial ini akan melingdungi/mengurangi efek negatif darifaktor resiko psikososial, Clupepper, Jack (1993) membagi resiko psikososial menjadi 3 yaitu : karakteristik sosial/demografi : usia tua, muda, kurang pendidikan, rumahyang tidak layak huni: faktor psikoligis :stress. Gelisah dengan riwayat /sedangmengalami gangguan psikologis dan kebiasaan hidup yang merugikan kesehatan :merokok, suka mabuk, pemakaian obat-obatan, obesitas, terlalu kurus.Bidan harus mampu mengidentifikasi sumber dukungan yang ada disekitar ibu, mempelajari keadaan lingkungan ibu, keluarga, ekonomi, pekerjaan sehari-hari.Perlu dipahami bahwa sumberdukungan psikososial yang paling besar pengaruhnyapada individu adalah orang yang terdekat bagi mereka seperti pasangan, teman baik,kerabat.

2.2 Masa Kehamilan

Masa kehamilan dibagi menjadi tiga periode atau trimester, masing-masing selama 13 minggu. Trimester membantu pengelompokan tahap perkembangan janin dan tubuh ibu.
2.2.1 Trimester Pertama
Trimester pertama sering dianggap sebagai periode penyesuaian terhadap kenyataan bahwa ia sedang mengandung. Sebagian besar wanita merasa sedih dan ambivalen tentang kenyataan bahwa ia hamil. Kurang lebih 80% wanita mengalami kekecewaan, penolakan, kecamasan, defresi, dan kesedihan. Fokus wanita adalah pada dirinya sendiri yang akan menimbulkan ambivalensi mengenai kehamilannya seiring usahanya menghadapi pengalaman kehamilan yang buruk, yang pernah ia alami sebelumnya, efek kehamilan terhadap kehidupannya kelak (terutama jika ia memiliki karir), tanggung jawab yang baru atau tambahan yang akan ditanggungnya, kecemasan yang akan berhubungan dengan kemampuannya untuk menjadi seorang ibu, masalah-masalah keuangan dan rumah tangga, dan keberterimaan orang terdekat terhadap kehamilannya. Perasaan ambivalen ini biasanya berakhir dengan sendirinya seiring ia menerima kehamilannya, sementara itu, beberapa ketidaknyamanan pada trimester pertama, seperti nausea, kelemahan, perubahan nafsu makan, kepekaan emosional, semua ini dapat mencerminkan konflik dan defresi yang ia alami dan pada saat bersamaan hal-hal tersebut menjadi pengingat tentang kehamilannya. Trimester pertama sering menjadi waktu yang menyenangkan untuk melihat apakah kehamilan akan dapat berkembang dengan baik. Hal ini akan terlihat jelas terutama pada wanita yang telah beberapa kali mengalami keguguran dan bagi para tenaga kesehatan profesional wanita yang cemas akan kemungkinan terjadi keguguran kembali atau teratoma. Berat badan sangat bermakna bagi wanita hamil selama trimester pertama. Berat badan dapat menjadi salah satu uji realitas tentang keadaannya karena tubuhnya menjadi bukti nyata bahwa dirinya hamil. Validasi kehamilan dilakukan berulang-ulang saat wanita mulai memeriksa dengan cermat setiap perubahan tubuh, yang merupakan bukti adanya kehamilan. Bukti yang paling kuat adalah terhentinya menstruasi. Hasrat seksual pada trimester pertama sangat bervariasi antara wanita yang satu dan yang lain. Meski beberapa wanita mengalami peningkatan hasrat seksual, tetapi secara umum trimester pertama merupakan waktu terjadinya penurunan libido dan hal ini memerlukan komunikasi yang jujur dan terbuka terhadap pasangan 4
masing-masing. Banyak wanita merasakan kebutuhan kasih sayang yang besar dan cinta kasih tanpa seks. Libido secara umum sangat dipengaruhi oleh keletihan, nausea, depresi, payudara yang membesar dan nyeri, kecemasan, kekhawatiran, dan masalah-masalah lain merupakan hal yang sangat normal terjadi pada trimester pertama.
2.2.2 Trimester Kedua
Trimester kedua sering dikenal sebagai periode kesehatan yang baik, yakni periode ketika wanita merasa nyaman dan bebas dari segala ketidaknyamanan yang normal dialami saat hamil. Namun, trimester kedua juga merupakan fase ketika wanita menelusur ke dalam dan paling banyak mengalami kemunduran. Trimester kedua sebenarnya terbagi atas dua fase: pra-quickening dan pasca-quickening. Quickening menunjukkan kenyataan adanya kehidupan yang terpisah, yang menjadi dorongan bagi wanita dalam melaksanakan tugas psikologis utamannya pada trimester kedua, yakni mengembangkan identitas sebagai ibu bagi dirinya sendiri, yang berbeda dari ibunya.
Pada trimester kedua, mulai terjadi perubahan pada tubuh. Orang akan mengenali Anda sedang hamil. Pada akhir trimester kedua, rahim akan membesar sekira 7,6 cm di atas pusar. Pertambahan berat badan rata-rata 7,65-10,8 kg termasuk pertambahan berat dari trimester pertama. Janin mulai aktif bergerak pada periode ini.
Sebagian besar wanita merasa lebih erotis selama trimester kedua, kurang labih 80% wanita mengalami kemajuan yang nyata dalam hubungan seksual mereka dibanding pada trimester pertama dan sebelum hamil. Trimester kedua relatif terbebas dari segala ketidaknyamanan fisik, dan ukuran perut wanita belum menjadi masalah besar, lubrikasi vagina semakin banyak pada masa ini, kecemasan, kekhawatiran dan masalah-masalah yang sebelumnya menimbulkan ambivalensi pada wanita tersebut mereda, dan ia telah mengalami perubahandari seorang yang mencari kasih sayang dari ibunya menjadi seorang yang mencari kasih sayang dari pasangannya, dan semua faktor ini turut mempengaruhi peningkatan libido dan kepuasan seksual.
2.2.3 Trimester Ketiga
Trimester ketiga sering disebut periode penantian dengan penuh kewaspadaan. Pada periode ini wanita mulai menyadari kehadiran bayi sebagai makhluk yang terpisah sehingga ia menjadi tidak sabar menanti kehadiran sang bayi. Ada perasaan was-was mengingat bayi dapat lahir kapanpun. Hal ini membuatnya berjaga-jaga sementara ia memperhatikan dan menunggu tanda dan gejala persalinan muncul.
Trimester ketiga merupakan waktu, persiapan yang aktif terlihat dalam menanti kelahiran bayi dan menjadi orang tua sementara perhatian utama wanita terfokus pada bayi yang akan segera dilahirkan. Pergerakan janin dan pembesaran uterus, keduanya menjadi hal yang terus menerus mengingatkan tentang keberadaan bayi. Wanita tersebut lebih protektif terhadap bayinya. Sebagian besar pemikiran difokuskan pada perawatan bayi. Ada banyak spekulasi mengenai jenis kelamin dan wajah bayi itu kelak.
Sejumlah ketakutan muncul pada trimester ketiga. Wanita mungkin merasa cemas dengan kehidupan bayi dan kehidupannya sendiri. Seperti: apakah nanti bayinya akan lhir abnormal, terkait persalinan dan pelahiran (nyeri, kehilangan kendali, hal-hal lain yang tidak diketahui), apakah ia akan menyadari bahwa ia akan bersalin, atau bayinya tidak mampu keluar karena perutnya sudah luar biasa besar, atau apakah organ vitalnya akan mengalami cedera akibat tendangan bayi.Ia juga mengalami proses duka lain ketika ia mengantisipasi hilangnya perhatian dan hak istimewa khusus lain selama kehamilan, perpisahan antara ia dan bayinya yang tidak dapat dihindari, dan perasaan kehilangan karena uterusnya yang penuh secara tiba-tiba akan mengempis dan ruang tersebut menjadi kosong.
Depresi ringan merupakan hal yang umum terjadi dan wanita dapat menjadi lebih bergantung pada orang lain lebih lanjut dan lebih menutup diri karena perasaan rentannya.

2.3 Jenis- jenis Dukungan (Support)
a)Esteemsupport
Dukungan untuk meningkatkan kepercayaan diri
b)Informational support
Dukungan yang berupa informasi
c)Tangible support
Berupa dukungan material (sarana fisik)
d)Emosional support
Semua yang dapat meyakinkan/menjamin kedekatan danpengetahuan bahwa dia dicintai, diperhatikan dan deterima serta nasihat, saranyang diberikan dapat dapat menimbulkan kepercayaan diri
e)Practical support
Meliputi semua aspek bantuan yang bertujuan membentuk individu dari sebuah masalah berupa kegiatan fisik (action) seperti meminjamkanuang, membantu tugasnya yang tidak bisa dikerjakan sendiri.

2.4 Cara Bidan dalam memberikan dukungan :
1. Aktif
Melalui kelas antenatal

2.Pasif
a.Dengan memberikan kesempatan kepada ibu hamil yang mengalami masalah untuk berkonsultasi.
b.Meyakinkan bahwa ibu dapat menghadapi semua perubahan selama kehamilan
c.Membagi pengalaman yang pernah dirasakan sendiri
d.Membantu mengarahkan apa saja yang harus dilakukan ibu dalam menghadapi kehamilannya.

Baca Selengkapnya......
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kebutuhan Fisik Ibu Hamil Trimester I , II , III Pada Support Keluarga

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Kebutuhan Psikologi pada Ibu hamil

2.1.1 Trimester I
Sekarang wanita merasa sedang hamil dan perasaannya pun bisa menyenangkan atautidak menyenangkan. Hal ini dipengaruhi oleh keluhan umum seperti lelah, lemah, mual,sering buang air kecil, membesarnya payudara. Ibu merasa tidak sehat dan sering kali membenci kehamilannya perubahan emosi yang sering terjadi adalah mudah menangis,mudah tersinggung, kecewa penolakan, dan gelisah serta seringkali biasanya pada awalkehamilan ia berharap untuk tidak hamil.



Pada trimester ini adalah periode penyesuaian diri,seringkali ibu mencari tanda-tandauntuk lebih meyakinkan bahwa dirinya memang hamil. ibu sering merasa ambivalen,bingung, sekitar 80% ibu melewati kekecewaan, menolak, sedih, gelisah. Kegelisahantimbul karena adanya perasaan takut, takut abortus atau kehamilan dengan penyulit,kematian bayi, kematian saat persalinan, takut rumah sakit, dan lain-lain. Perasaan takutini hendaknya diekspresikan sehingga dapat menambah pengetahuan ibu dan banyak orang yang membantu dan member perhatian. Oleh karena itu sangat penting adanya keberanian wanita untuk komunikasi baik dengan pasangan, keluarga meupun bidan.Sumber kegelisahan lainnya adalahaktivitas seks dan relasi dengan suami. Wanita merasa tidak mempunyai daya tarik, kurang atraktif adanya perubahan fisik sehinggamenjadi tidak percaya diri. Kebanyakan wanita mengalami penurunan libido pada periode ini. Keadaan ini membutuhkan adanya komunikasi yang terbuka dan jujur dengan suami.Perubahan psikologi ini menurun pada trimester 2 dan meningkat kembali pada saat mendekati persalinan.Kegelisahan sering dibarengi dengan mimpi buruk, firasat dan hal ini sangat mengganggu.
Dengan meningkatnya pengetahuan dan pemahaman akan kehamilan,bahaya/risiko,komitmen untuk menjadi orang tua, pengalaman hamil akan membuat wanita menjadi siap.
Perasaan ambivalen akan berkurang pada akhir trimester 1 ketikawanita sudah menerima/ menyadari bahwa dirinya hamil dan didukung oleh perasaan aman untuk mengekspresikan perasaannya

2.1.2 Trimester II
Periode ini sering disebut periode sehat (radian health) ibu sudah bebas dari ketidaknyamanan. Selama periode ini wanita sudah mengharapkan bayi. Dengan adanya gerakan janin, rahim yang semakin membesar, terlihatnya gerakan bayi saat di USG semakin meyakinkan dia bahwa bayinya ada dan dia sedang hamil. Ibu menyadari bahwa bayinya adalah individu yang terpisah dari dirinya oleh karena itu sekarang ia lebih fokus memperhatikan bayinya. Ibu sudah menerima kehamilannya dan mulai dapat menggunakan energi dan pikirannya secara lebih konstruktif. Sebelum adanya gerakan janin ia berusaha terlihat sebagai ibu yang baik, dan dengan adanya gerakan janin ia menyadari identitasnya sebagai ibu. Hal ini menimbulkan perubahan yang baik seperti kontak sosial meningkat dengan wanita hamil lainnya, adanya gelar calon ibu baru,ketertarikannya pada kehamilan dan persalinan serta persiapan untuk menjadi peran baru.
2.1.3 Trimester III
Periode ini sering disebut priode menunggu dan waspada sebab pada saat itu ibu tidak sabar menunggu kelahiran bayinya, menunggu tanda-tanda persalinan. Perhatian ibu berfokus pada bayinya, gerakan janin dan membesarnya uterus mengingatkan pada bayinya. Sehingga ibu selalu waspada untuk melindungi bayinya dari bahaya, cedera dan akan menghindari orang/hal/benda yang dianggapnya membahayakan bayinya. Persiapan aktif dilakukan untuk menyambut kelahiran bayinya, membuat baju, menata kamar bayi, Membayangkan mengasuh/merawat bayi, menduga-duga akan jenis kelaminnya dan rupa bayinya.
Pada trimester III biasanya ibu merasa khawatir, takut akan kehidupan dirinya,bayinya, kelainan pada bayinya, persalinan, nyeri persalinan, dan ibu tidak akan pernahtahu kapan ia akan melahirkan. Ketidaknyamanan pada trimester ini meningkat, ibu merasa dirinya aneh dan jelek, menjadi lebih ketergantungan, malas dan mudahtersinggung serta merasa menyulitkan. Disamping itu ibu merasa sedih akan berpisah dari bayinya dan kehilangan perhatian khusus yang akan diterimanya selama hamil, disinilah Ibu memerlukan keterangan, dukungan dari suami, bidan dan keluarganya.
Masa ini disebut juga masa krusial/penuh kemelut untuk beberapa wanita karena adakritis identitas, karena mereka mulai berhenti bekerja, kehilangan kontak dengan teman,kolega (Oakley, dalam Sweet,1999). Mereka merasa kesepian dan terisolasidi rumah.Wanita mempunyai banyak kekhawatiran seperti tidakan meedikalisasi saat persalinan,perubahan body image merasa kehamilannya sangat berat, tidak praktis, kurang atraktif,takut kehilangan pasangan. Bidan harus mampu mengkaji dengan teliti/hati-hati sejumlah stres yang dialami ibu hamil, mampu menilai kemampuan coping dan memberikan dukungan.

2.2 Suport Keluarga
Kehamilan merupakan krisis bagi kehidupan keluarga yang dapat diikuti dengan stres dan kecemasan. Perubahan dan adaptasi selama kehamilan, tidak hanya dirasakan oleh ibu tetapi seluruh anggota keluarga. Oleh karena itu, selama kehamilan seluruh anggota keluarga harus terlibat terutama suami. Dukungan dan kasih sayang dari anggota keluarga dapat memberikan perasaan nyaman dan aman ketika ibu merasa takut dan khawatir dengan kehamilannya. Terutama dari orang terdekat apalagi bagi ibu yang baru pertama kali hamil. Seorang wanita akan merasa tenang dan nyaman dengan adanya dukungan dan perhatian dari orang – orang terdekat.
1. Suami
Dukungan dan peran serta suami dalam masa kehamilan terbukti meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi kehamilan dan proses persalinan, bahkan juga memicu produksi ASI. Suami sebagai seorang yang paling dekat, dianggap paling tahu kebutuhan istri. Saat hamil wanita mengalami perubahan baik fisik maupun mental. Tugas penting suami yaitu memberikan perhatian dan membina hubungan baik dengan istri, sehingga istri mengkonsultasikan setiap saat dan setiap masalah yang dialaminya dalam menghadapi kesulitan-kesulitan selama mengalami kehamilan.
Keterlibatan suami sejak awal masa kehamilan, sudah pasti akan mempermudah dan meringankan pasangan dalam menjalani dan mengatasi berbagai perubahan yang terjadi pada tubuhnya akibat hadirnya sesosok “manusia mungil” di dalam perutnya.
Bahkan, keikutsertaan suami secara aktif dalam masa kehamilan, menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam artikel berjudul “What Your Partner Might Need From You During Pregnancy” terbitan Allina Hospitals & Clinics (tahun 2001), Amerika Serikat, keberhasilan seorang istri dalam mencukupi kebutuhan ASI untuk si bayi kelak sangat ditentukan oleh seberapa besar peran dan keterlibatan suami dalam masa-masa kehamilannya.
Saat hamil merupakan saat yang sensitif bagi seorang wanita, jadi sebisa mungkin seorang suami memberikan suasana yang mendukung perasaan istri, misalnya dengan mengajak istri jalan-jalan ringan, menemahi istri ke dokter untuk memeriksakan kehamilannya serta tidak membuat masalah dalam komunikasi. Diperoleh tidaknya dukungan suami tergantung dari keintiman hubungan, ada tidaknya komunikasi yang bermakna, dan ada tidaknya masalah atau kekhawatiran akan bayinya. Dukungan suami yang diharapkan istri:
1.Suami sangat mendambakan bayi dalam kandungan istri
2.Suami senang mendapat keturunan
3.Suami menunjukkan kebahagian pada kehamilan ini
4.Suami memperhatikan kesehatan istri yakni menanyakan keadaan istri/janin yang dikandung
5.Suami menasihati istri agar istri tidak terlalu capek bekerja
6.Suami membantu tugas istri
7.Suami berdoa untuk kesehatan istrinya dan keselamatannya
8.Suami menungu ketika istri melahirkan
9.Suami menunggu ketika istri di operasi
2. Keluarga
Lingkungan keluarga yang harmonis ataupun lingkungan tempat tinggal yang kondusif sangat berpengaruh terhadap keadaan emosi ibu hamil. Wanita hamil sering kali mempunyai ketergantungan terhadap orang lain disekitarnya terutama pada ibu primigravida. Keluarga harus menjadi bagian dalam mempersiapkan pasangan menjadi orang tua. Dukungan Keluarga Dapat Berbentuk :
•Ayah – ibu kandung maupun mertua sangat mendukung kehamilan ini
•Ayah – ibu kandung maupun mertua sering berkunjung dalam periode ini
•Seluruh keluarga berdoa untuk keselamatan ibu dan bayi
•Adanya ritual adat istiadat yang memberikan arti tersendiri yang tidak boleh ditinggalkan

Baca Selengkapnya......
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kebutuhan Fisik Ibu Hamil Trimester I , II , III Pada Rasa Aman dan Nyaman Selama Kehamilan

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Kehamilan
Ada berbagai macam perbedaan dalam menerjemahkan kata “kehamilan”. Perbedaan tersebut bisa terjadi karena berbagai macam hal. Antara lain latar belakang pendidikan dan berbagai faktor lainya. Menurut Wikipedia, kehamilan adalah masa di mana seorang wanita membawa embrio atau fetus di dalam tubuhnya.
Sedangkan menurut salah satu ahli, Kehamilan adalah proses dimana sperma menembus ovum sehingga terjadinya konsepsi dan fertilasi sampai lahirnya janin, lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan), dihitung dari pertama haid terakhir.
Menurut BKKBN (Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional), kehamilan adalah sebuah proses yang diawali dengan keluarnya sel telur yang matang pada saluran telur yang kemudian bertemu dengan sperma dan keduanya menyatu membentuk sel yang akan bertumbuh. Dari beberapa pernyataan di atas, bisa penulis simpulkan bahwa kehamilan adalah ketika seorang wanita mengandung atau membawa embrio di dalam perutnya dimulai dari ketika embrio itu terbentuk sampai saat lahirnya janin.



Menurut Federasi Obstetri Ginekologi Internasioanl, kehamilan di definisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Bila dihitung saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu (10 bulan lunar) atau 9 bulan menurut kalender Internasional. Kehamilan terbagi dalam tiga trimester, dimana trimester I berlangsung dalam 12 minggu, trimester II 15 minggu, (minggu ke-13 hingga ke-27) dan trimester III 13 minggu (minggu ke-28 hingga ke-40).
Kehamilan adalah masa dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin lamanya adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir (Saifudin, 2006). Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intra uteri mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan (Manuaba, 2008). Kehamilan merupakan proses yang diawali dengan adanya pembuahan (konsepsi), masa pembentukan bayi dalam rahim, dan diakhiri oleh lahirnya sang bayi (Monika, 2009).
2.2. Rasa Aman dan Nyaman Selama Kehamilan
Kehamilan merupakan proses alamiah pada wanita yang akan menimbulkan berbagai perubahan dan menyebabkan rasa tidak nyaman, hal ini merupaka kondisi yang normal pada wanita hamil. Beberapa ibu biasanya mengeluh hal-hal yang membuat kehamilannya tidak nyaman dan kadang menyulitkan ibu.
Ketidaknyamanan fisik maupun psikologis dapat terjadi pada ibu selama kehamilan. Kerjasama bidan dengan keluarga sangat diharapkan agar dapat memberikan perhatian dan mengatasi masalah yang terjadi selama kehamilan. Dukungan dari suami, keluarga yang lain dan tenaga kesehatan dapat memberikan perasaan aman dan nyaman selama kehamilan. Kebutuhan ibu hamil ada dua, yaitu:
1.Menerima tanda-tanda bahwa ibu dicintai dan dihargai
2.Merasa yakin akan penerimaan pasangannya terhadap calon bayinya.
Peran keluarga khususnya suami, sangat diperlukan bagi seorang wanita hamil. Keterlibatan dan dukungan yang diberikan suami kepada kehamilan akan mempererat hubungan antara ayah anak dan suami istri. Dukungan yang diperoleh oleh ibu hamil akan membuatnya lebih tenang dan nyaman dalam kehamilannya. Hal ini akan memberikan kehamilan yang sehat. Dukungan yang dapat diberikan oleh suami misalnya dengan mengantar ibu memeriksakan kehamilan, memenuhi keinginan ibu hamil yang ngidam, mengingatkan minum tablet besi, maupun membantu ibu malakukan kegiatan rumah tangga selama ibu hamil. Walaupun suami melakukan hal kecil namun mempunyai makna yang tinggi dalam meningkatkan keadaan psikologis ibu hamil ke arah yang lebih baik.
2.2.1. TRIMESTER I
Periode ini berlangsung dalam 12 minggu, dimana seorang wanita merasa sedang hamil dan perasaannya pun bisa menyenangkan atau tidak menyenangkan. Hal ini dipengaruhi oleh keluhan umum seperti lelah, lemah, mual, sering buang air kecil, membesarnya payudara. Ibu merasa tidak sehat dan sering kali membenci kehamilannya perubahan emosi yang sering terjadi adalah mudah menangis, mudah tersinggung, kecewa penolakan, dan gelisah serta seringkali biasanya pada awal kehamilan ia berharap untuk tidak hamil.
Pada trimester ini adalah periode penyesuaian diri, seringkali ibu mencari tanda-tanda untuk lebih meyakinkan bahwa dirinya memang hamil. ibu sering merasa ambivalen, bingung, sekitar 80% ibu melewati kekecewaan, menolak, sedih, gelisah. Kegelisahan timbul karena adanya perasaan takut, takut abortus atau kehamilan dengan penyulit, kematian bayi, kematian saat persalinan, takut rumah sakit, dan lain-lain. Perasaan takut ini hendaknya diekspresikan sehingga dapat menambah pengetahuan ibu dan banyak orang yang membantu dan member perhatian. Oleh karena itu sangat penting adanya keberanian wanita untuk komunikasi baik dengan pasangan, keluarga maupun bidan.
Sumber kegelisahan lainnya adalah aktivitas seks dan relasi dengan suami. Wanita merasa tidak mempunyai daya tarik, kurang atraktif adanya perubahan fisik sehingga menjadi tidak percaya diri. Kebanyakan wanita mengalami penurunan libido pada periode ini. Keadaan ini membutuhkan adanya komunikasi yang terbuka dan jujur dengan suami. Perubahan psikologi ini menurun pada trimester 2 dan meningkat kembali pada saat mendekati persalinan.
Kegelisahan sering dibarengi dengan mimpi buruk, firasat dan hal ini sangat mengganggu. Dengan meningkatnya pengetahuan dan pemahaman akan kehamilan, bahaya/risiko,komitmen untuk menjadi orang tua, pengalaman hamil akan membuat wanita menjadi siap. Perasaan ambivalen akan berkurang pada akhir trimester 1 ketika wanita sudah menerima/ menyadari bahwa dirinya hamil dan didukung oleh perasaan aman untuk mengekspresikan perasaannya.
Reaksi pertama seorang pria ketika mengetahui bahwa dirinya akan menjadi ayah adalah timbulnya perasaan bangga atas kemampuannya mempunyai keturunan bercampur dengan keprihatinan akan kesiapannya untuk menjadi seorang ayah dan pencari nafkah untuk keluarganya. Seorang calon ayah akan sangat memperhatikan keadaan ibu yang sedang mulai hamil dan menghindari hubungan seks karena takut mencederai janin.
2.2.2. TRIMESTER II
Periode ini berlangsung 15 minggu, ( minggu ke 13 hingga ke-27) pada periode ini sering disebut periode sehat (radian health) ibu sudah bebas dari ketidaknyamanan. Selama periode ini wanita sudah mengharapkan bayi. Dengan adanya gerakan janin, rahim yang semakin membesar, terlihatnya gerakan bayi saat di USG semakin meyakinkan dia bahwa bayinya ada dan dia sedang hamil. Ibu menyadari bahwa bayinya adalah individu yang terpisah dari dirinya oleh karena itu sekarang ia lebih fokus memperhatikan bayinya. Ibu sudah menerima kehamilannya dan mulai dapat menggunakan energi dan pikirannya secara lebih konstruktif. Sebelum adanya gerakan janin ia berusaha terlihat sebagai ibu yang baik, dan dengan adanya gerakan janin menyadari identitasnya sebagai ibu. Hal ini menimbulkan perubahan yang baik seperti kontak sosial meningkat dengan wanita hamil lainnya, adanya gelar calon ibu baru, ketertarikannya pada kehamilan dan persalinan serta persiapan untuk menjadi peran baru.
Kebanyakan wanita mempunyai libido yang meningkat dibandingkan trimester I, hal ini terjadi karena ketidaknyamanan berkurang, ukuran perut tidak begitu besar.
2.2.3. TRIMESTER III
Periode ini berlangsung 13 minggu (minggu ke-28 hingga ke-40) dan periode ini sering disebut priode menunggu dan waspada sebab pada saat itu ibu tidak sabar menunggu kelahiran bayinya, menunggu tanda-tanda persalinan. Perhatian ibu berfokus pada bayinya, gerakan janin dan membesarnya uterus mengingatkan pada bayinya. Sehingga ibu selalu waspada untuk melindungi bayinya dari bahaya, cedera dan akan menghindari orang/hal/benda yang dianggapnya membahayakan bayinya. Persiapan aktif dilakukan untuk menyambut kelahiran bayinya, membuat baju, menata kamar bayi, membayangkan mengasuh/merawat bayi, menduga-duga akan jenis kelaminnya dan rupa bayinya, bahkan sudah mulai memilih nama untuk bayi mereka.
Pada trimester III biasanya ibu merasa khawatir, takut akan kehidupan dirinya, bayinya, kelainan pada bayinya, persalinan, nyeri persalinan, dan ibu tidak akan pernah tahu kapan ia akan melahirkan. Ketidaknyamanan pada trimester ini meningkat, ibu merasa dirinya aneh dan jelek, menjadi lebih ketergantungan, malas dan mudah tersinggung serta merasa menyulitkan. Disamping itu ibu merasa sedih akan berpisah dari bayinya dan kehilangan perhatian khusus yang akan diterimanya selama hamil, disinilah ibu memerlukan keterangan, dukungan dari suami, bidan dan keluarganya.
Masa ini disebut juga masa krusial/penuh kemelut untuk beberapa wanita karena ada kritis identitas, karena mereka mulai berhenti bekerja, kehilangan kontak dengan teman, kolega (Oakley, dalam Sweet,1999). Mereka merasa kesepian dan terisolasidi rumah. Wanita mempunyai banyak kekhawatiran seperti tidakan meedikalisasi saat persalinan, perubahan body image merasa kehamilannya sangat berat, tidak praktis, kurang atraktif, takut kehilangan pasangan. Bidan harus mampu mengkaji dengan teliti/hati-hati sejumlah stres yang dialami ibu hamil, mampu menilai kemampuan coping dan memberikan dukungan.

Baca Selengkapnya......
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kebutuhan Fisik Ibu Hamil Trimester I , II , III Pada Tanda Bahaya Kehamilan

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Kehamilan
Menurut salah satu ahli, kehamilan adalah proses dimana sperma menembus ovum sehingga terjadinya konsepsi dan fertilasi sampai lahirnya janin, lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan), dihitung dari pertama haid terakhir.
Menurut BKKBN (Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional), kehamilan adalah sebuah proses yang diawali dengan keluarnya sel telur yang matang pada saluran telur yang kemudian bertemu dengan sperma dan keduanya menyatu membentuk sel yang akan bertumbuh. Dari beberapa pernyataan di atas, bisa penulis simpulkan bahwa kehamilan adalah ketika seorang wanita mengandung atau membawa embrio didalam perutnya dimulai dari ketika embrio itu terbentuk sampai saat lahirnya janin.
Proses kehamilan sendiri bisa terjadi karena bertemunya sel sperma pria dengan sel telur matang dari wanita. Kehamilan adalah saat-saat yang penuh perjuangan bagi seorang calon ibu. Selama kurang lebih 9 bulan, seseorang yang sedang hamil akan membawa beban berat yaitu calon buah hatinya. Kehamilan adalah sesuatu yang paling dinanti-nanti oleh pasangan yang mendambakan memiliki buah hati sebagai penerus keturunan keluarga.



Seseorang yang sedang mengandung buah hatinya, harus memperhatikan asupan gizi yang dibutuhkan oleh calon ibu dan buah hatinya. Ketika seseorang sedang hamil, hal ini tentu saja akan membutuhkan energi yang lebih banyak. Asupan gizi yang tepat akan membantu tumbuh kembang janin yang masih berada di dalam kandungan. Kehamilan adalah proses yang meletihkan bagi seorang ibu, tetapi kehamilan adalah masa-masa yang sangat indah karena sebentar lagi akan dating sosok buah hati yang selama ini di tunggu-tunggu oleh setiap pasangan.
Kehamilan adalah masa di mana seorang wanita membawa embrio atau fetus di dalam tubuhnya.
Kehamilan adalah suatau proses yang alamiah dimana proses itu diawali dengan keluarnya sel telur yang matang pada saluran telur yang kemudian bertemu dengan sperma dan keduanya menyatu membentuk sel yang akan bertumbuh.
Dari definisi kajian penulis maka disimpulkan kehamilan adalah masa dimana wanita membawa embrio dalam tubuhnya yang diawali dengan keluarnya sel telur yang matang pada saluran telur yang kemudian bertemu dengan sperma dan keduanya menyatu membentuk sel yang akan bertumbuh yang membuat terjadinya proses konsepsi dan fertilisasi sampai lahirnya janin.
2.2. Ciri-ciri Kehamilan
Memang secara medis masa-masa kehamilan secara pastinya cuma dapat di diagnosa oleh Dokter yang berpengalaman. Tetapi demikian sebenarnya telah ditunjukan ciri-ciri wanita hamil yang dapat kita jadikan patokan bahwa seseorang telah hamil. Berikut ini penjelasan beberapa gejala dan ciri-ciri hamil pada seorang wanita:
1. Seorang wanita tidak lagi mendapat haid/menstruasi pada bulan yang seharusnya berjalan. Jika mengalami kejadian seperti ini perlu diketahui secara pasti waktu hari pertama biasanya datangnya haid agar anda bisa mengetahui berapa usia kehamilan serta perkiraan waktu persalinan nantinya. Namun demikian, perlu di ketahui bahwa kedatangan haid yang tidak seperti biasanya juga bisa disebabkan oleh banyak faktor lainnya jadi sebelum periksa ke dokter jangan terlalu yakin bahwa itu adalah kehamilan.
2. Pada ciri-ciri hamil kedua yakni sering mual dan muntah-muntah. Hal ini karena adanya perubahan hormon pada sang wanita. Mual serta muntah ini sering kali disebut sebagai “morning sickness” karena terkadang kambuhnya rasa mual dan muntah tersebut berlangsung di pagi hari pada bulan-bulan pertama kehamilan.
3. Sering sekali buang air kecil. Perubahan ini terjadi disebabkan kandung kencing wanita tertekan oleh rahim yang membesar karena kehamilan tadi. Keluhan sering buang air kecil ini biasa akan sedikit berkurang pada umur kehamilan setelah 12 minggu dan akan kembali timbul setelah kehamilan 28 minggu.
4. Mengidam. Pada masa-masa awal bulan pertama kehamilan salah satu ciri-ciri wanita hamil biasanya ingin makan-makanan aneh dan tertentu saja. Namun hal ini terjadi hanya pada bulan-bulan pertama kehamilan berlangsung.
Ciri ciri hamil lainnya bahwa seorang wanita itu hamil yakni adanya pembesaran payudara dan puting payudara menjadi membesar dan berwarna gelap bahkan seringkali terasa sangat gatal dan terasa sakit. Namun setiap wanita memiliki tanda-tanda kehamilan yg tentunya sangat bervariasi satu dengan lainnya. Ada yang mengalami perubahan yang berat dan ada juga wanita hamil yang bahkan tidak mempunyai perubahan dan keluhan sama sekali pada dirinya. Apabila ciri-ciri kehamilan ini belum anda rasakan, maka ada baiknya anda dan pasangan melakukan tes lain seperti memeriksakan diri ke dokter kandungan.
2.3. Pengertian Tanda Bahaya Selama Kehamilan
Tanda-tanda bahaya pada kehamilan adalah tanda-tanda yang terjadi pada seorang Ibu hamil yang merupakan suatu pertanda telah terjadinya suatu masalah yang serius pada Ibu atau janin yang dikandungnya. Tanda-tanda bahaya ini dapat terjadi pada awal kehamilan (hamil muda) atau pada pertengahan atau pada akhir kehamilan (hamil tua). Tanda-tanda bahaya ini, jika tidak segera dilaporkan dapat mengakibatkan sesuatu yang lebih parah. Segera ke petugas kesehatan bila terdapat tanda-tanda bahaya seperti di bawah ini.
Berdasarkan penilitian, telah diakui saat ini bahwa setiap kehamilan dapat memiliki potensi dan membawa risiko bagi ibu. WHO memperkirakan sekitar 15% dari seluruh wanita hamil akan berkembang menjadi komplikasi yang berkaitan dengan kehamilannya dan dapat mengancam jiwanya. Bidan sebagai pemberi pelayanan kebidanan akan menemukan wanita hamil dengan komplikasi-komplikasi yang mungkin dapat mengancam jiwa. Oleh karena itu, bidan harus dapat mendeteksi sedini mungkin terhadap tanda-tanda bahaya pada ibu hamil yang mungkin akan terjadi, karena setiap wanita hamil tersebut beresiko mengalami komplikasi. Yang sudah barang tentu juga memerlukan kerjasama dari para ibu-ibu dan keluarganya, yang dimana jika tanda-tanda bahaya ini tidak dilaporkan atau tidak terdeteksi, dapat mengakibatkan kematian ibu. Oleh karena itu jika ibu-ibu menemukan tanda-tanda yang disebutkan di bawah ini segeralah melapor kepada petugas kesehatan.
Ketika kita mengikuti langkah-langkah proses penatalaksanaan kebidanan, bidan harus waspada terhadap tanda-tanda bahaya dalam kehamilan. Apabila tanda-tanda bahaya ini tidak dilaporkan atau terdeteksi, maka dapat menyebabkan kematian pada ibu. Pada setiap kunjungan antenatal, bidan harus mengajarkan kepada ibu bagaimana mengenali tanda-tanda bahaya ini, dan mendorongnya, untuk datang ke klinik segera jika mengalami tanda-tanda bahaya tersebut. Jadi pengertian tanda bahaya selama kehamilan disini yang dimaksudkan adalah suatu gejala kehamilan baik secara fisiologis atau patologis yang menunjukkkan suatu hambatan atau gangguan pada kehamilan tersebut.

2.4. Tanda-Tanda Bahaya dalam Kehamilan
Tanda-tanda bahaya yang harus diwaspadai selama kehamilan antara lain:
1.Perdarahan lewat jalan lahir ( perdarahan per vaginam ).
2.Sakit kepala yang hebat dan menetap.
3.Perubahan visual secara tiba-tiba ( pandangan kabur, rabun senja ).
4.Nyeri abdomen yang hebat.
5.Bengkak pada muka atau tangan.
6.Bayi kurang bergerak seperti biasa.

1.Perdarahan lewat jalan lahir ( perdarahan per vaginam ).
Pada awal kehamilan, ibu mungkin akan mengalami perdarahan yang sedikit (spotting) di sekitar waktu pertama terlambat haid. Perdarahan ini adalah perdarahan implantasi (penempelan hasil konsepsi pada dinding rahim) dan ini normal terjadi. Pada waktu yang lain dalam kehamilan, perdarahan ringan mungkin terjadi pertanda servik yang rapuh (erosi). Perdarahan semacam ini mungkin normal atau mungkin suatu tanda adanya infeksi.
Pada awal kehamilan, perdarahan yang tidak normal adalah perdarahan yang banyak, merah atau disertai nyeri. Perdarahan ini dapat berarti keguguran, kehamilan mola (hamil anggur) atau kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim).
Pada kehamilan lanjut, perdarahan yang tidak normal adalah merah, banyak dan berulang, disertai atau tidak diserati rasa nyeri. Perdarahan ini dapat berarti plasenta previa (menutupi jalan lahir) atau sulosio plasenta.
Perdarahan per vaginam pada ibu hamil muda dapat disebabkan oleh abortus, kehamilan ektopik atau mola hidatidosa.
a.Abortus
Abortus adalah suatu kehamilan (oleh akibat-akibat tertentu)pada atau sebelum kehamilan tersebut berusia 22 minggu atau buah kehamilan belum mampu hidup diluar kandungan.
Ada beberapa jenis abortus yaitu :
1.Abortus imminens
Abortus yang mengancam, pendarahannya bisa berlanjut beberapa hari atau dapat diulang. Dalam kondisi ini kehamilan masih mungkin berlanjut atau dipertahankan.
2.Abortus insipiens
Apabila pada wanita hamil ditemukan pendarahan banyak, kadang-kadang keluar gumpalan darah disertai nyeri, karena kontraksi rahim yang kuat dan adanya dilatasi seviks.
3.Abortus incomplitus
Pendarahan biasanya, banyak dan membahayakan ibu karena masih ada benda didalam rahim yang dianggap sebagai benda asing.
4.Abortus komplitus
Pendarahan segera berkurang setelah isi rahim dikeluarkan dan selambat-lambatnya dalam 10 hari pendarahan karena dalam masa ini luka rahim telah sembuh dan epitelisasi telah selesai.
5.Abortus tertunda
Sekitar kematian janin kadang-kadang ada pendarahan per vaginam sedikit sehingga menimbulkan gambaran abortus imminens.
6.Abortus habitualis
Terjadi tiga kali berturut-turut atau lebih. Disebabkan karena kelainan ginetik (kromosom), hormonal dan anatomis.
7.Abortus febrialis
Abortus yang disertai dengan rasa nyeri atau febris. Biasanya gejala yang ditunjukkan yaitu panas, perdarahan dari jalan lahir berbau.
b.Kehamilan ektopik
Kehamilan yang terjadi diluar rahim, misanya dalam tuba fallopi, ovarium, rongga perut, serviks, partsinterstisialis tuba, atau dalam tanduk rudimenter rahim. Kehamilan ektopik dikatakan terganggu apabila berakhir dengan abortus atau rupture tuba.
c.Mola hidatidosa
Hamil mola adalah suatu kehamilan dimana setelah fertilisasi hasil konsepsi tidak berkembang menjadi embrio tapi terjadi proliferasi dari villi korialis disertai dengan degenerasi hidrofik. Uterus melunak dan adanya janin, kavum uteri hanya terisi oleh jaringan seperti rangkaian buah anggur korialis yang seluruhnya atau sebagian berkembang tidak wajar berbentuk gelembung-gelembung seperti anggur.
2.Sakit kepala yang hebat dan menetap
Sakit kepala bisa terjadi selama kehamilan, dan seringkali merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. Sakit kepala yang menunjukkan suatu masalah serius adalah sakit kepala yang hebat, menetap dan tidak hilang dengan beristriahat. Kadang-kadang, dengan sakit kepala yang hebat tersebut, ibu mungkin menemukan bahwa penglihatannya menjadi kabur atau berbayang. Sakit kepala yang hebat dalam kehamilan adalah gejala dari pre eklamsia.
3.Perubahan visual secara tiba-tiba (pandangan kabur, rabun senja)
Karena pengaruh hormonal, ketajaman penglihatan ibu dapat berubah dalam kehamilan. Perubahan ringan adalah normal. Masalah visual yang mengindikasikan keadaaan yang mengancam jiwa adanya perubahan visual (penglihatan) yang mendadak, misalnya pandangan kabur atau ada bayangan. Perubahan penglihatan ini mungkin disertai dengan sakit kepala yang hebat dan mungkin suatu tanda dari pre eklampsia.
4.Nyeri abdomen yang hebat
Nyeri abdomen yang tidak berhubungan dengan persalinan adalah tidak normal. Nyeri abdomen yang mengindikasikan mengancam jiwa adalah yang hebat, menetap dan tidak hilang setelah beristirahat, kadang-kadang dapat disertai dengan perdarahan lewat jalan lahir. Hal ini bisa berarti appendicitis (radang usus buntu), kehamilan ektopik (kehamilan di luar kandungan), aborsi (keguguran), penyakit radang panggul, persalinan preterm, gastritis (maag), penyakit kantong empedu, solutio placenta, penyakit menular seksual, infeksi saluran kemih dan infeksi lain.
5.Bengkak pada muka atau tangan
Hampir separuh dari ibu-ibu hamil akan mengalami bengkak yang normal pada kaki yang biasanya muncul pada sore hari dan biasanya hilang setelah beristirahat atau dengan meninggikan kaki lebih tinggi daripada kepala.
Bengkak dapat menjadi masalah serius jika muncul pada wajah dan tangan, tidak hilang setelah beristirahat dan disertai dengan keluhan fisik lain. Hal ini dapat merupakan pertanda dari anemia, gangguan fungsi ginjal, gagal jantung ataupun pre eklampsia.
Gejala anemia dapat muncul dalam bentuk oedema (bengkak) karena dengan menurunnya kekentalan darah pada penderita anemia, disebabkan oleh berkurangnya kadar hemoglobin (Hb, sebagai pengangkut oksigen dalam darah). Pada darah yang rendah kadar Hb-nya, kandungan cairannya lebih tinggi dibandingkan dengan sel-sel darah merahnya.
6.Bayi kurang bergesek seperti biasa
Ibu hamil mlai dapat merasakan gerakan bayinya pada usia kehamilan 16-18 minggu (multigravida, sudah pernah hamil dan melahirkan sebelumnya) dan 18-20 minggu (primigravida, baru pertama kali hamil). Jika bayi tidur, gerakannya akan melemah. Bayi harus bergerak paling sedikit 3 kali dalam periode 3 jam (10 gerakan dalam 12 jam). Gerakan bayi akan lebih mudah terasa jika ibu berbaring/beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik.

2.5. Komplikasi yang Ditimbulkan Oleh Tanda Bahaya Selama Masa Kehamilan
Komplikasi tanda bahaya kehamilan :
a. Perdarahan
Penyebab perdarahan paling sering pada trimester ketiga adalah:
1.Kelainan letak plasenta.
2.Pelepasan plasenta sebelum waktunya.
3.Penyakit pada vagina atau leher rahim (misalnya infeksi). Perdarahan pada trimester ketiga memiliki risiko terjadinya kematian bayi, perdarahan hebat dan kematian ibu pada saat persalinan. Untuk menentukan penyebab terjadinya perdarahan bisa dilakukan pemeriksaan USG, pengamatan leher rahim dan Pap smear.

b. Persalinan prematur lebih mungkin terjadi pada keadaan berikut:
1.Ibu memiliki kelainan struktur pada rahim atau leher rahim.
2.Perdarahan.
3.Stress fisik atau mental.
4.Kehamilan ganda.
5.Ibu pernah menjalani pembedahan rahim.

c. Bayi lahir belum cukup bulan.
d. Bayi lahir dengan berat kahir rendah (BBLR).
e. Keguguran (abortus).
f. Persalinan tidak lancar / macet.
g. Perdarahan sebelum dan sesudah persalinan.
h. Janin mati dalam kandungan.
i. Ibu hamil / bersalin meninggal dunia.
j. Keracunan kehamilan/kejang-kejang.

2.6. Cara Mencegah Tanda Bahaya Selama Masa Kehamilan
Pencegahan Tanda Bahaya Kehamilan antara lain :
1.Mengenal dan mengetahui ibu-ibu yang termasuk dalam kondisi yang mengalami tanda bahaya dengan adanya pengetahuan ibu-ibu sehingga dapat dilakukan rujukan ke tempat fasilitas yang lebih baik (rumah sakit).
2.Meningkatkan mutu perinatal care.
3.Menganjurkan setiap ibu hamil kontrol ke BKIA.
4.Penyuluhan oleh bidan desa terhadap kesehatan ibu, bayi serta penyakit yang dapat diderita oleh ibu selama kehamilan secara aktif.
5.Bidan desa harus bertempat tinggal di desa yang ditugaskan yang merupakan ujung tombak tentang kesehatan ibu di desa yang ditempatinya.
6.Dengan memeriksakan kehamilan sedini mungkin dan teratur ke Posyandu, Puskesmas, Rumah Sakit, paling sedikit 4 kali selama masa kehamilan.
7.Dengan mendapatkan imunisasi TT 2x.
8.Bila ditemukan kelainan saat pemeriksaan harus lebih sering dan lebih intensif.
9.Makan makanan yang bergizi yaitu memenuhi 4 sehat 5 sempurna.
2.7. Cara Mengatasi Tanda Bahaya Selama Masa Kehamilan
Mengatasi tanda bahaya selama kehamilan antara lain :
1.Jika terjadi pendarahan, segeralah berbaring diam dan memanggil petugas kesehatan. Jika pendarahan ini terjadi saat anda hamil tua atau masa kehamilan anda sudah lebih dari 6 bulan, maka segeralah pergi ke rumah sakit.
2.Jika anda merasa semakin lemah, mudah capek, dan terlihat pucat, maka bisa jadi anda sedang terkena anemia akut. Mintalah kapsul zat besi penambah darah pada petugas kesehatan. Dalam kasus ini, sebaiknya anda melahirkan di rumah sakit, karena ada risiko pendarahan tinggi pada diri anda.
3.Jika terjadi bengkak di kaki disertai bengkak di wajah dan tangan serta pusing berkepanjangan atau penglihatan terganggu, maka ada kemungkinan anda terkena toxemia atau keracunan kehamilan. Jika benar, maka segeralah pergi untuk mendapatkan bantuan dari petugas kesehatan. Hal ini sangat penting karena dapat menyebabkan kehilangan nyawa baik itu nyawa anda (wanita hamil) ataupun janin yang ada di dalam kandungan.

Baca Selengkapnya......
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kebutuhan Fisik Ibu Hamil Trimester I , II , III Pada Tanda Bahaya Kehamilan

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Kehamilan
Menurut salah satu ahli, kehamilan adalah proses dimana sperma menembus ovum sehingga terjadinya konsepsi dan fertilasi sampai lahirnya janin, lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan), dihitung dari pertama haid terakhir.
Menurut BKKBN (Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional), kehamilan adalah sebuah proses yang diawali dengan keluarnya sel telur yang matang pada saluran telur yang kemudian bertemu dengan sperma dan keduanya menyatu membentuk sel yang akan bertumbuh. Dari beberapa pernyataan di atas, bisa penulis simpulkan bahwa kehamilan adalah ketika seorang wanita mengandung atau membawa embrio didalam perutnya dimulai dari ketika embrio itu terbentuk sampai saat lahirnya janin.
Proses kehamilan sendiri bisa terjadi karena bertemunya sel sperma pria dengan sel telur matang dari wanita. Kehamilan adalah saat-saat yang penuh perjuangan bagi seorang calon ibu. Selama kurang lebih 9 bulan, seseorang yang sedang hamil akan membawa beban berat yaitu calon buah hatinya. Kehamilan adalah sesuatu yang paling dinanti-nanti oleh pasangan yang mendambakan memiliki buah hati sebagai penerus keturunan keluarga.



Seseorang yang sedang mengandung buah hatinya, harus memperhatikan asupan gizi yang dibutuhkan oleh calon ibu dan buah hatinya. Ketika seseorang sedang hamil, hal ini tentu saja akan membutuhkan energi yang lebih banyak. Asupan gizi yang tepat akan membantu tumbuh kembang janin yang masih berada di dalam kandungan. Kehamilan adalah proses yang meletihkan bagi seorang ibu, tetapi kehamilan adalah masa-masa yang sangat indah karena sebentar lagi akan dating sosok buah hati yang selama ini di tunggu-tunggu oleh setiap pasangan.
Kehamilan adalah masa di mana seorang wanita membawa embrio atau fetus di dalam tubuhnya.
Kehamilan adalah suatau proses yang alamiah dimana proses itu diawali dengan keluarnya sel telur yang matang pada saluran telur yang kemudian bertemu dengan sperma dan keduanya menyatu membentuk sel yang akan bertumbuh.
Dari definisi kajian penulis maka disimpulkan kehamilan adalah masa dimana wanita membawa embrio dalam tubuhnya yang diawali dengan keluarnya sel telur yang matang pada saluran telur yang kemudian bertemu dengan sperma dan keduanya menyatu membentuk sel yang akan bertumbuh yang membuat terjadinya proses konsepsi dan fertilisasi sampai lahirnya janin.
2.2. Ciri-ciri Kehamilan
Memang secara medis masa-masa kehamilan secara pastinya cuma dapat di diagnosa oleh Dokter yang berpengalaman. Tetapi demikian sebenarnya telah ditunjukan ciri-ciri wanita hamil yang dapat kita jadikan patokan bahwa seseorang telah hamil. Berikut ini penjelasan beberapa gejala dan ciri-ciri hamil pada seorang wanita:
1. Seorang wanita tidak lagi mendapat haid/menstruasi pada bulan yang seharusnya berjalan. Jika mengalami kejadian seperti ini perlu diketahui secara pasti waktu hari pertama biasanya datangnya haid agar anda bisa mengetahui berapa usia kehamilan serta perkiraan waktu persalinan nantinya. Namun demikian, perlu di ketahui bahwa kedatangan haid yang tidak seperti biasanya juga bisa disebabkan oleh banyak faktor lainnya jadi sebelum periksa ke dokter jangan terlalu yakin bahwa itu adalah kehamilan.
2. Pada ciri-ciri hamil kedua yakni sering mual dan muntah-muntah. Hal ini karena adanya perubahan hormon pada sang wanita. Mual serta muntah ini sering kali disebut sebagai “morning sickness” karena terkadang kambuhnya rasa mual dan muntah tersebut berlangsung di pagi hari pada bulan-bulan pertama kehamilan.
3. Sering sekali buang air kecil. Perubahan ini terjadi disebabkan kandung kencing wanita tertekan oleh rahim yang membesar karena kehamilan tadi. Keluhan sering buang air kecil ini biasa akan sedikit berkurang pada umur kehamilan setelah 12 minggu dan akan kembali timbul setelah kehamilan 28 minggu.
4. Mengidam. Pada masa-masa awal bulan pertama kehamilan salah satu ciri-ciri wanita hamil biasanya ingin makan-makanan aneh dan tertentu saja. Namun hal ini terjadi hanya pada bulan-bulan pertama kehamilan berlangsung.
Ciri ciri hamil lainnya bahwa seorang wanita itu hamil yakni adanya pembesaran payudara dan puting payudara menjadi membesar dan berwarna gelap bahkan seringkali terasa sangat gatal dan terasa sakit. Namun setiap wanita memiliki tanda-tanda kehamilan yg tentunya sangat bervariasi satu dengan lainnya. Ada yang mengalami perubahan yang berat dan ada juga wanita hamil yang bahkan tidak mempunyai perubahan dan keluhan sama sekali pada dirinya. Apabila ciri-ciri kehamilan ini belum anda rasakan, maka ada baiknya anda dan pasangan melakukan tes lain seperti memeriksakan diri ke dokter kandungan.
2.3. Pengertian Tanda Bahaya Selama Kehamilan
Tanda-tanda bahaya pada kehamilan adalah tanda-tanda yang terjadi pada seorang Ibu hamil yang merupakan suatu pertanda telah terjadinya suatu masalah yang serius pada Ibu atau janin yang dikandungnya. Tanda-tanda bahaya ini dapat terjadi pada awal kehamilan (hamil muda) atau pada pertengahan atau pada akhir kehamilan (hamil tua). Tanda-tanda bahaya ini, jika tidak segera dilaporkan dapat mengakibatkan sesuatu yang lebih parah. Segera ke petugas kesehatan bila terdapat tanda-tanda bahaya seperti di bawah ini.
Berdasarkan penilitian, telah diakui saat ini bahwa setiap kehamilan dapat memiliki potensi dan membawa risiko bagi ibu. WHO memperkirakan sekitar 15% dari seluruh wanita hamil akan berkembang menjadi komplikasi yang berkaitan dengan kehamilannya dan dapat mengancam jiwanya. Bidan sebagai pemberi pelayanan kebidanan akan menemukan wanita hamil dengan komplikasi-komplikasi yang mungkin dapat mengancam jiwa. Oleh karena itu, bidan harus dapat mendeteksi sedini mungkin terhadap tanda-tanda bahaya pada ibu hamil yang mungkin akan terjadi, karena setiap wanita hamil tersebut beresiko mengalami komplikasi. Yang sudah barang tentu juga memerlukan kerjasama dari para ibu-ibu dan keluarganya, yang dimana jika tanda-tanda bahaya ini tidak dilaporkan atau tidak terdeteksi, dapat mengakibatkan kematian ibu. Oleh karena itu jika ibu-ibu menemukan tanda-tanda yang disebutkan di bawah ini segeralah melapor kepada petugas kesehatan.
Ketika kita mengikuti langkah-langkah proses penatalaksanaan kebidanan, bidan harus waspada terhadap tanda-tanda bahaya dalam kehamilan. Apabila tanda-tanda bahaya ini tidak dilaporkan atau terdeteksi, maka dapat menyebabkan kematian pada ibu. Pada setiap kunjungan antenatal, bidan harus mengajarkan kepada ibu bagaimana mengenali tanda-tanda bahaya ini, dan mendorongnya, untuk datang ke klinik segera jika mengalami tanda-tanda bahaya tersebut. Jadi pengertian tanda bahaya selama kehamilan disini yang dimaksudkan adalah suatu gejala kehamilan baik secara fisiologis atau patologis yang menunjukkkan suatu hambatan atau gangguan pada kehamilan tersebut.

2.4. Tanda-Tanda Bahaya dalam Kehamilan
Tanda-tanda bahaya yang harus diwaspadai selama kehamilan antara lain:
1.Perdarahan lewat jalan lahir ( perdarahan per vaginam ).
2.Sakit kepala yang hebat dan menetap.
3.Perubahan visual secara tiba-tiba ( pandangan kabur, rabun senja ).
4.Nyeri abdomen yang hebat.
5.Bengkak pada muka atau tangan.
6.Bayi kurang bergerak seperti biasa.

1.Perdarahan lewat jalan lahir ( perdarahan per vaginam ).
Pada awal kehamilan, ibu mungkin akan mengalami perdarahan yang sedikit (spotting) di sekitar waktu pertama terlambat haid. Perdarahan ini adalah perdarahan implantasi (penempelan hasil konsepsi pada dinding rahim) dan ini normal terjadi. Pada waktu yang lain dalam kehamilan, perdarahan ringan mungkin terjadi pertanda servik yang rapuh (erosi). Perdarahan semacam ini mungkin normal atau mungkin suatu tanda adanya infeksi.
Pada awal kehamilan, perdarahan yang tidak normal adalah perdarahan yang banyak, merah atau disertai nyeri. Perdarahan ini dapat berarti keguguran, kehamilan mola (hamil anggur) atau kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim).
Pada kehamilan lanjut, perdarahan yang tidak normal adalah merah, banyak dan berulang, disertai atau tidak diserati rasa nyeri. Perdarahan ini dapat berarti plasenta previa (menutupi jalan lahir) atau sulosio plasenta.
Perdarahan per vaginam pada ibu hamil muda dapat disebabkan oleh abortus, kehamilan ektopik atau mola hidatidosa.
a.Abortus
Abortus adalah suatu kehamilan (oleh akibat-akibat tertentu)pada atau sebelum kehamilan tersebut berusia 22 minggu atau buah kehamilan belum mampu hidup diluar kandungan.
Ada beberapa jenis abortus yaitu :
1.Abortus imminens
Abortus yang mengancam, pendarahannya bisa berlanjut beberapa hari atau dapat diulang. Dalam kondisi ini kehamilan masih mungkin berlanjut atau dipertahankan.
2.Abortus insipiens
Apabila pada wanita hamil ditemukan pendarahan banyak, kadang-kadang keluar gumpalan darah disertai nyeri, karena kontraksi rahim yang kuat dan adanya dilatasi seviks.
3.Abortus incomplitus
Pendarahan biasanya, banyak dan membahayakan ibu karena masih ada benda didalam rahim yang dianggap sebagai benda asing.
4.Abortus komplitus
Pendarahan segera berkurang setelah isi rahim dikeluarkan dan selambat-lambatnya dalam 10 hari pendarahan karena dalam masa ini luka rahim telah sembuh dan epitelisasi telah selesai.
5.Abortus tertunda
Sekitar kematian janin kadang-kadang ada pendarahan per vaginam sedikit sehingga menimbulkan gambaran abortus imminens.
6.Abortus habitualis
Terjadi tiga kali berturut-turut atau lebih. Disebabkan karena kelainan ginetik (kromosom), hormonal dan anatomis.
7.Abortus febrialis
Abortus yang disertai dengan rasa nyeri atau febris. Biasanya gejala yang ditunjukkan yaitu panas, perdarahan dari jalan lahir berbau.
b.Kehamilan ektopik
Kehamilan yang terjadi diluar rahim, misanya dalam tuba fallopi, ovarium, rongga perut, serviks, partsinterstisialis tuba, atau dalam tanduk rudimenter rahim. Kehamilan ektopik dikatakan terganggu apabila berakhir dengan abortus atau rupture tuba.
c.Mola hidatidosa
Hamil mola adalah suatu kehamilan dimana setelah fertilisasi hasil konsepsi tidak berkembang menjadi embrio tapi terjadi proliferasi dari villi korialis disertai dengan degenerasi hidrofik. Uterus melunak dan adanya janin, kavum uteri hanya terisi oleh jaringan seperti rangkaian buah anggur korialis yang seluruhnya atau sebagian berkembang tidak wajar berbentuk gelembung-gelembung seperti anggur.
2.Sakit kepala yang hebat dan menetap
Sakit kepala bisa terjadi selama kehamilan, dan seringkali merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. Sakit kepala yang menunjukkan suatu masalah serius adalah sakit kepala yang hebat, menetap dan tidak hilang dengan beristriahat. Kadang-kadang, dengan sakit kepala yang hebat tersebut, ibu mungkin menemukan bahwa penglihatannya menjadi kabur atau berbayang. Sakit kepala yang hebat dalam kehamilan adalah gejala dari pre eklamsia.
3.Perubahan visual secara tiba-tiba (pandangan kabur, rabun senja)
Karena pengaruh hormonal, ketajaman penglihatan ibu dapat berubah dalam kehamilan. Perubahan ringan adalah normal. Masalah visual yang mengindikasikan keadaaan yang mengancam jiwa adanya perubahan visual (penglihatan) yang mendadak, misalnya pandangan kabur atau ada bayangan. Perubahan penglihatan ini mungkin disertai dengan sakit kepala yang hebat dan mungkin suatu tanda dari pre eklampsia.
4.Nyeri abdomen yang hebat
Nyeri abdomen yang tidak berhubungan dengan persalinan adalah tidak normal. Nyeri abdomen yang mengindikasikan mengancam jiwa adalah yang hebat, menetap dan tidak hilang setelah beristirahat, kadang-kadang dapat disertai dengan perdarahan lewat jalan lahir. Hal ini bisa berarti appendicitis (radang usus buntu), kehamilan ektopik (kehamilan di luar kandungan), aborsi (keguguran), penyakit radang panggul, persalinan preterm, gastritis (maag), penyakit kantong empedu, solutio placenta, penyakit menular seksual, infeksi saluran kemih dan infeksi lain.
5.Bengkak pada muka atau tangan
Hampir separuh dari ibu-ibu hamil akan mengalami bengkak yang normal pada kaki yang biasanya muncul pada sore hari dan biasanya hilang setelah beristirahat atau dengan meninggikan kaki lebih tinggi daripada kepala.
Bengkak dapat menjadi masalah serius jika muncul pada wajah dan tangan, tidak hilang setelah beristirahat dan disertai dengan keluhan fisik lain. Hal ini dapat merupakan pertanda dari anemia, gangguan fungsi ginjal, gagal jantung ataupun pre eklampsia.
Gejala anemia dapat muncul dalam bentuk oedema (bengkak) karena dengan menurunnya kekentalan darah pada penderita anemia, disebabkan oleh berkurangnya kadar hemoglobin (Hb, sebagai pengangkut oksigen dalam darah). Pada darah yang rendah kadar Hb-nya, kandungan cairannya lebih tinggi dibandingkan dengan sel-sel darah merahnya.
6.Bayi kurang bergesek seperti biasa
Ibu hamil mlai dapat merasakan gerakan bayinya pada usia kehamilan 16-18 minggu (multigravida, sudah pernah hamil dan melahirkan sebelumnya) dan 18-20 minggu (primigravida, baru pertama kali hamil). Jika bayi tidur, gerakannya akan melemah. Bayi harus bergerak paling sedikit 3 kali dalam periode 3 jam (10 gerakan dalam 12 jam). Gerakan bayi akan lebih mudah terasa jika ibu berbaring/beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik.

2.5. Komplikasi yang Ditimbulkan Oleh Tanda Bahaya Selama Masa Kehamilan
Komplikasi tanda bahaya kehamilan :
a. Perdarahan
Penyebab perdarahan paling sering pada trimester ketiga adalah:
1.Kelainan letak plasenta.
2.Pelepasan plasenta sebelum waktunya.
3.Penyakit pada vagina atau leher rahim (misalnya infeksi). Perdarahan pada trimester ketiga memiliki risiko terjadinya kematian bayi, perdarahan hebat dan kematian ibu pada saat persalinan. Untuk menentukan penyebab terjadinya perdarahan bisa dilakukan pemeriksaan USG, pengamatan leher rahim dan Pap smear.

b. Persalinan prematur lebih mungkin terjadi pada keadaan berikut:
1.Ibu memiliki kelainan struktur pada rahim atau leher rahim.
2.Perdarahan.
3.Stress fisik atau mental.
4.Kehamilan ganda.
5.Ibu pernah menjalani pembedahan rahim.

c. Bayi lahir belum cukup bulan.
d. Bayi lahir dengan berat kahir rendah (BBLR).
e. Keguguran (abortus).
f. Persalinan tidak lancar / macet.
g. Perdarahan sebelum dan sesudah persalinan.
h. Janin mati dalam kandungan.
i. Ibu hamil / bersalin meninggal dunia.
j. Keracunan kehamilan/kejang-kejang.

2.6. Cara Mencegah Tanda Bahaya Selama Masa Kehamilan
Pencegahan Tanda Bahaya Kehamilan antara lain :
1.Mengenal dan mengetahui ibu-ibu yang termasuk dalam kondisi yang mengalami tanda bahaya dengan adanya pengetahuan ibu-ibu sehingga dapat dilakukan rujukan ke tempat fasilitas yang lebih baik (rumah sakit).
2.Meningkatkan mutu perinatal care.
3.Menganjurkan setiap ibu hamil kontrol ke BKIA.
4.Penyuluhan oleh bidan desa terhadap kesehatan ibu, bayi serta penyakit yang dapat diderita oleh ibu selama kehamilan secara aktif.
5.Bidan desa harus bertempat tinggal di desa yang ditugaskan yang merupakan ujung tombak tentang kesehatan ibu di desa yang ditempatinya.
6.Dengan memeriksakan kehamilan sedini mungkin dan teratur ke Posyandu, Puskesmas, Rumah Sakit, paling sedikit 4 kali selama masa kehamilan.
7.Dengan mendapatkan imunisasi TT 2x.
8.Bila ditemukan kelainan saat pemeriksaan harus lebih sering dan lebih intensif.
9.Makan makanan yang bergizi yaitu memenuhi 4 sehat 5 sempurna.
2.7. Cara Mengatasi Tanda Bahaya Selama Masa Kehamilan
Mengatasi tanda bahaya selama kehamilan antara lain :
1.Jika terjadi pendarahan, segeralah berbaring diam dan memanggil petugas kesehatan. Jika pendarahan ini terjadi saat anda hamil tua atau masa kehamilan anda sudah lebih dari 6 bulan, maka segeralah pergi ke rumah sakit.
2.Jika anda merasa semakin lemah, mudah capek, dan terlihat pucat, maka bisa jadi anda sedang terkena anemia akut. Mintalah kapsul zat besi penambah darah pada petugas kesehatan. Dalam kasus ini, sebaiknya anda melahirkan di rumah sakit, karena ada risiko pendarahan tinggi pada diri anda.
3.Jika terjadi bengkak di kaki disertai bengkak di wajah dan tangan serta pusing berkepanjangan atau penglihatan terganggu, maka ada kemungkinan anda terkena toxemia atau keracunan kehamilan. Jika benar, maka segeralah pergi untuk mendapatkan bantuan dari petugas kesehatan. Hal ini sangat penting karena dapat menyebabkan kehilangan nyawa baik itu nyawa anda (wanita hamil) ataupun janin yang ada di dalam kandungan.

Baca Selengkapnya......
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kebutuhan Fisik Ibu Hamil Trimester I , II , III Pada Pekerjaan

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pekerjaan
Pekerjaan dalam arti luas adalah aktivitas utama yang dilakukan oleh manusia. Dalam arti sempit, istilah pekerjaan digunakan untuk suatu tugas atau kerja yang menghasilkan uang bagi seseorang. Dalam pembicaraan sehari-hari istilah ini sering dianggap sinonim dengan profesi.
Pekerjaan adalah segala sesuatu yang dikerjakan oleh manusia dengan berbagai tujuan. Ada yang melakukan pekerjaan dengan terpaksa dan ada juga yang ikhlas. Ada yang melakukan pekerjaan karena memang dia membutuhkan pekerjaan itu, ada juga yang melakukan pekerjaan itu karena untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Ada yang melakukan pekerjaan itu dengan senang hati karena memang menyukai pekerjaan itu. Ada juga yang melakukan suatu pekerjaan dengan terpaksa karena dia tidak menyukai pekerjaan itu.
Pekerjaan dalam arti lain suatu azas bagi setiap manusia. Setiap orang berhak untuk mendapatkan pekerjaan dan berkewajiban menjalani pekerjaan dengan sepenuh hati.



2.2 Jenis-jenis Pekerjaan
Setiap orang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Jenis-jenis pekerjaan dapat dibedakan berdasarkan hasil dari pekerjaannya,yaitu barang dan jasa.
a.Pekerjaan yang menghasilkan barang.
Jenis pekerjaan ini menghasilkan barang yang dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup, seperti makanan minuman dan perabot rumah tangga, dan lain-lain.
Perhatikan contoh dan jenis-jenis pekerjaan serta hasilnya dibawah ini :
1.Petani menghasilkan padi, jagung, dll.
2.Pengrajin menghasilkan meja, kursi dan kerajinan lain-lain.
3.Peternak menghasilkan telur,daging,dan susu.
b.Pekerjaan yang menghasilkan jasa.
Jenis pekerjaan ini menghasilkan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kita membutuhkan pendidikan,layanan kesehatan, layanan transportasi, dan lain-lain. Dokter merupakan pekerjaan yang menghasilkan jasa dalam bidang kesehatan.
Perhatikan contoh jenis pekerjaan serta jasanya berikut ini.
1.Guru berjasa dalam pendidikan.
2.Dokter berjasa dalam kesehatan.
3.Sopir berjasa dalam layanan transportasi.
Jenis pekerjaan lain yang menghasilkan jasa ialah montir,sopir,pengacara,polisi tentara,jaksa,hakim,pegawai negeri,perias pengantin,dan perawat.
2.3 Pekerjaan Yang Boleh Dilakukan Oleh Wanita Hamil
1.Tenaga Pengajar
Bekeja dengan memberikan pengajaran kepada siswa/mahasiswa merupakan pekerjaan yang ringan bagi ibu hamil , tetapi walau demikian wanita harus tetap waspada agar tidar tejadi benturan terhadap kandungannya.
2.Membuat kerajinan tangan
Membuat kerajinan tangan bisa dilakukan wanita hamil karena sangat kecil kemungkinan untuk tidak terjadinya masalah pada kandungannya.misalnya seorang wanita hamil dapat membuat kerajinan tangan seperti merangkai bunga, membuat sulaman, lukisan, rajutan,dll.
3.Memasak
Pekerjan memasak merupakan pekerjaan yang ringan dalam rumah tangga karena wanita hamil tidak merasa lelah bahkan memasak bisa menjadi kegemaran bagi setiap wanita. Dengan memasak ibu hamil dapat membuat makanan sesuai dengan keinginannya yang akan dihidangkan. Dan dengan adanya kegemaran ini ibu hamil tidak perlu untuk pergi keluar rumah karena memerlukan waktu yang cukup lama,selain itu ibu akan merasa kelelehan untuk berjalan kaki.
2.4 Pekerjaan Yang Tidak Boleh Dilakukan Oleh Wanita Hamil
1.Pekerjaan rumah tangga
Jangan pernah menganggap enteng pekerjaan rumah tangga, khususnya bagi kaum pria. Pekerjaan rutin rumah tangga seperti mencuci, mengepel, memasak, menyetrika sering dianggap pekerjaan yang tidak membutuhkan tenaga dan pikiran, pendapat seperti ini jelas salah. Pekerjaan rumah tangga sama melelahkannya seperti pekerjaan lainnya. Tanpa harus bekerja di luar rumah.
Pekerjaan rumah tangga menguras tenaga dan pikiran, apalagi kalau seorang wanita masih harus bekerja di luar rumah, yang paling menyedihkan lagi adalah pada waktu hamil. Jika anda seorang suami yang bertanggung jawab dan memiliki rasa kemanusiaan dan budi pekerti yang baik, maka anda pasti tidak akan membiarkan istri anda melakukan pekerjaan rumah tangga saat hamil.Bicarakanlah segera dengan pasangan dan keluarga dekat anda jika memang menghadapi masalah seperti ini. Karena jika dibiarkan resikonya bukan hanya pada bayi anda tetapi juga diri anda sendiri. Pada saat hamil, kurangilah pekerjaan rumah tangga yang biasa anda lakukan. Kurangilah bersentuhan dengan bahan-bahan kimia dalam rumah tangga, seperti cairan pembersih lantai,pestisida tanaman,dan obat serangga lainnya.
2.Mengangkat barang yang berat.
Sesuatu yang berat itu bekan berarti hanya barang,orang juga termasuk didalamnya. Pekerjaan mengangkat ini sepertinya hampir tidak dapat dihindari oleh siapapun termasuk para ibu. Mengangkat sesuatu di rumah atau ditempat kerja, mengangkat barang belanjaan, atau menggendong anak anda sering menjadi hal-hal yang tidak dapat dihindari. Tetapi sewaktu hamil, ingatlah selalu kondisi anda dan janin anda.
Seperti telah dikatakan dimuka bahwa semakin besar kandungan anda, semakin besar pula peregangan tulang yang terjadi, sehingga tulang-tulang menjadi rentan. Belum lagi perubahan hormon, ketegangan urat dan saraf untuk sang bayi yang menyita energi. Prinsipanya adalah jangan mengangkat apapun yang berat pada saat anda hamil.Anda sudah cukup keberatan dengan bayi yang ada dalam kandungan anda. Mintalah orang lain untuk menggantikan anda jika memang ada yang harus anda diangkat.Dan untuk anak anda yang ingin digendong, berilah pengertian padanya bahwa anda sedang tidak bisa melakukannya, atau jika memang terpaksa, lakukanlah dengan hati-hati dan tidak dalam waktu yang lama.
2.5 Pantangan Kehamilan Terhadap Pekerjaan
1. Pantangan di Trimester I
a. Tidak terbentur atau terjatuh karena bisa mengakibatkan keguguran.
b. Tidak melakukan olahraga berat, seperti lari, aerobik high impact atau angkat beban.
(1)Menunda bepergian jauh untuk sementara, terlebih bila harus melakukan perjalanan udara. Di usia kehamilan 1-3 bulan, ibu masih memerlukan kekuatan ekstra untuk mensuplai segala sesuatu yang penting bagi pertumbuhan janin. Kecapekan dapat membuat suplai nutrisi, energi, hingga oksigen ke calon bayi terhambat.
(2)Hindari minum obat dan jamu kecuali dalam pengawasan dokter. Jangan lupa, janin amat rentan terhadap pengaruh obat-obatan yang bersifat teratogen (zat kimia yang dapat menimbulkan kelainan perkembangan pada janin).
(3)Hindari pakaian ketat yang tidak lentur. Pakaian longgar atau elastis merupakan pilihan yang lebih baik karena tidak akan mengganggu perkembangan janin. Sama halnya dengan bra, kenakanlah bra yang nyaman.
(4)Untuk sementara jangan mengonsumsi makanan yang banyak mengandung gas sebab bisa membuat ketidaknyamanan pada ibu hamil. Bahkan pada kasus tertentu bisa berakibat fatal.
(5)Hubungan suami istri tetap boleh dilakukan kecuali bila dokter melarang atau dari kacamata medis hubungan intim dapat membahayakan ibu ataupun janin.
2. Pantangan di Trimester II dan III
1. Ditrimester dua, kehamilan relative aman. Sekalipun begitu ibu tetapberkewajiban menjaga kandungannya dengan selalu menghindari stress, tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat atau melaksanakan kegiatan yang dapat menimbulkan risiko cedera.
2. Sementara di trimester ke-3 karena yang sering menjadi kekhawatiran adalah cepatnya peningkatan berat badan ibu, maka beberapa pantangan yang berkaitan dengan pola makan berlaku di sini. Umpamanya, kurangi makanan yang mengandung garam karena berpotensi meningkatkan tensi darah dan protein pada urin. Juga jaga agar peningkatan BB tidak lebih dari 2 kg dalam sebulan untuk menghindari keracunan kehamilan (preeklamsia).
3.Tingkatkan asupan buah-buahan dan sayur yang bermanfaat bagi janin dan air ketuban. Makanan bergizi seperti itu juga baik untuk memperlancar BAB dan menghindari sembelit yang biasa dialami ibu hamil trimester akhir. Cukupi kebutuhan minum dengan mengonsumi cairan 8 gelas sehari. Tak perlu khawatir jika jadi sering BAK, karena di kehamilan besar hal ini wajar saja. Yang penting, rasa kebelet pipis tersebut jangan ditahan-tahan sebab bisa memicu terjadinya infeksi saluran kencing.
4.Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, jangan sampai perut ibu terbentur atau ibu terjatuh. Ini penting diperhatikan karena di kehamilan tua, perut akan semakin membuncit dan membuat gerakan ibu semakin tidak “lincah.
5.Di trimester akhir ini, perhatikan organ intim yang akan menjadi jalan lahir bayi dengan lebih saksama. Pada saat kehamilan, ibu rentan menderita keputihan. Sebagai pencegahan, upayakan organ intim selalu bersih dan tidak lembap. Sering-seringlah mengganti celana dalam. Lebih sering lebih baik.

Baca Selengkapnya......
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kebutuhan Fisik Ibu Hamil Trimester I , II , III Pada Kunjungan Ulang

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Kunjungan Ulang Antenatal
Kunjungan ulang antenatal adalah kunjungan ulang yang dilakukan oleh ibu hamil sebagai lanjutan kunjungan awal selama selama kehamilan sampai memasuki masa persalinan.
Pengertian kunjungan ulang antenatal lainnya adalah setiap kali kunjungan antenatal yang dilakukan setelah kunjungan antenatal yang pertama. Kunjungan antenatal minimal 4 kali selama kehamilan (1x TM I, 1x TM II, 2x TM III).
Jadi, Kunjungan ulang antenatal adalah kunjungan yang dilakukan/dijadwalkan setiap 4 minggu sekali sampai umur 28 minggu. Selanjutnya tiap 2 minggu sekali sampai umur kehamilan 36 minggu dan setiap minggu sampai bersalin.
2.2. Tujuan Kunjungan Ulang Antenatal



Adapun tujuan dari kunjungan ulang antenatal antara lain :
1.Mengenalkan bidan kembali dengan temuan-temuan,masalah serta aspek-aspek yang berkaitan dengan wanita tersebut.
2.Mengevaluasi data dasar.
3.Mengevaluasi keseluruhan dan efektivitas penatalaksanaan terdahulu.
4.Membina hubungan saling percaya antara bidan dan ibu.
5.Mencegah masalah dan penggunaan praktek tradisional yang diberikan.
6.Memulai persiapan persalinan dan kesiapan untuk dalam menghadapi komplikasi.
7.Mendorong prilaku yang sehat.
2.3. Pengkajian Data Kesehatan Ibu Hamil
1.Riwayat kesehatan : Social, Riwayat Kebidanan, Keluarga, Penyakit.
a.Informasi biodata : nama, umur, agama, suku/bangsa, pendidikan, pekerjaan, dan alamat.
b.Keluhan utama.
c.Riwayat kesehatan dahulu, sekarang dan keluarga.
1)Masalah-masalah kardiovaskuler.
2)Diabetes mellitus, Asma.
3)Malaria.
4)PMS atau HIV/AIDS.
5)TBC, Hepatitis B.
6)Penyakit jiwa.
d.Riwayat haid
1)Menarche, Siklus, Lama, Banyaknya.
2)Sifat dan warna, Disminore, Flour albus, dan HPHT.
e.Riwayat kehamilan sekarang
1)Gerak janin.
2)Masalah atau tanda bahaya.
3)Keluhan-keluhan lazim pada kehamilan.
4)Penggunaan obat termasuk jamur.
5)Kekhawatiran lain yang dirasakan.
f.Riwayat kebidanan yang lalu
1)Jumlah kelahiran, anak yang lahir hidup, persalinan anterm, persalinan premature, keguguran, persalinan dengan tindakan.
2)Riwayat pendarahan pada kehamilan, persalinan, atau nifas yang sebelumnya.
3)Hipertensi disebabkan kehamilan pada kehamilan sebelumnya.
4)Berat bayi kurang dari 2500 gram atau lebih dari 4000 gram.
5)Masalah lain yang alami.
g.Riwayat social ekonomi
1)Riwayat perkawinan.
2)Riwayat KB.
3)Kebiasaan sehari-hari meliputi nutrisi, eliminasi, personal hygiene, hubungan seksual, istirahat dan aktivitas fisik (beban kerja).
4)Kebiasaan hidupn sehat.
5)Respon orang tua dan keluarga terhadap kehamilan.
6)Dukungan keluarga, mekanisme koping, hewan peliharaan.
7)Pengambilan keputusan, tempat melahirkan dan penolongan yang diinginkan, penghasilan per bulan dan tingkat pengetahuan.
2.Pemeriksaan fisik
a.Pemeriksaan fisik umum
1)KU, kesadaran, tinggi badan, berat badan, dan kenaikan BB selama hamil, LILA.
2)Tanda-tanda vital meliputi tekanan darah, denyut nadi, suhu dan pernafasan.
b.Kepala dan Leher
1)Oedema diwajah, ikterus, dan anemis pada mata, oedema kelopak mata, pandangan kabur, cloasma gravidarum.
2)Oedema pada mukosa hidung, polip, dan secret.
3)Bibir pucat, sianosis, stomatitis, epulis, karies pada mulut dan lidah kering.
4)Tanda-tanda infeksi pada telinga, serumen dan kesimetrian.
5)Leher meliputi pembengkakan kelenjar limfe atau kelenjar tiroid dan bendungan vena jungularis.
c.Dada dan Mamae
1)Retraksi pembesaran kelenjar limfe pada ketiak, massa dan nyeri tekan.
2)Tegang, hiperpigmentasi areola, kelenjar Montgomery, papilla mamae menonjol atau masuk, keluarnya kolostrum.
d.Abdomen
1)Luka bekas operasi, pembesaran hepar dan lien, nyeri pada daerah ginjal.
2)Membesar sesuai usia kehamilan, linea nigra, striae gravidarum.
3)Tinggi fundus uteri (jika lebih dari 12 minggu).
4)Letak, presentasi, posisi dan penurunan kepala(kalau lebih 36 minggu).
5)DJJ (jika lebih dari 18 minggu).
e.Tangan dan kaki
1)Oedema dijari tangan, kuku jari pucat, varises vena.
2)Oedema, reflek patella dan human sign.
f.Genetalia luar
1)Varises.
2)Perdarahan.
3)Luka.
4)Cairan yang keluar.
5)Pengeluaran dari uretra dan skene.
6)Kelenjar bartholini : bengkak (massa), cairan yang keluar.
g.Genetalia dalam
1)Servik, meliputi cairan yang keluar, luka (lesi), kelunakan, posisi, mobilitas, tertutup atau membuka.
2)Vagina meliputi cairan yang keluar, luka, darah.
3)Ukuran adneksa, bentuk, posisi, nyeri, kelunakan, massa.
4)Uterus meliputi ukuran, bentuk, posisi, mobilitas, kelunakan, massa.
h.Anus : hemoroid
3.Pemeriksaan Panggul
a.Panggul luar :
1)Distansia spinarum.
2)Distansia cristarum.
3)Conjugata eksterna.
4)Lingkar panggul.
b.Panggul dalam :
1)Conjugate diagonalis.
2)Promontorium, linea innominata.
3)Spina isiadika, kelengkungan sacrum, dinding samping pelvis.
4)Arkus pubis, mobilitas tulang coccygeus.
4.Pemeriksaan Laboratorium :
a.Pemeriksaan haemoglobin.
b.Pemeriksaan protein urine.
c.Pemeriksaan glukosa urine.
d.Tes VDRL.
5.Pengkajian Emosional :
a.Penerimaan ibu terhadap kehamilannya.
6.Pengakajian Fetal :
a.Gerakan janin.
b.DJJ (Detak Jantung Janin).
Detak jantung janin didengarkan dengan menggunakan stetoskop monoral pada bulan ke 4-5 kehamilan.
Cara menghitung denyut jantung janin yaitu dihitung 3 x 5 detik (5 detik pertama dihitung, 5 detik kedua tidak dihitung, 5 detik ketiga dihitung, 5 detik keempat tidak dihitung, 5 detik kelima dihitung). Hasil dari perhitungan 4 (empat) atau dihitung satu menit.
1.Non Sterss Test (NST)
Adalah tes yang dilakukan tanpa disertai dengan kontraksi, bermaksud untuk mengkaji fungsi pernafasan plasenta.
2.Amnio Centesis
Adalah penghisapan cairan ketuban/amnion melalui tusukan fungsi abdomen dengan tujuan menganalisa cairan amnion. Tidak dilakukan sebelum minggu ke 14. Digunakan untuk pemeriksaan antibody wanita dengan menggunakan Rh (-), kematangan paru dan amnionitis.
Menentukan Diagnosa
1.Menetapkan Normalitas Kehamilan
Adalah kehamilan dimana ibu dalam keadaan sehat, tidak ada riwayat obstetric buruk, ukuran uterus sama/sesuai usia kehamilan serta hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium normal.
2.Mengidentifikasi Kemungkinan Kebutuhan Belajar
Pada setiap kunjungan antenatal bidan harus mengajarkan kepada ibu bagaimana mengenali tanda-tanda bahaya ini, dan menganjurkan untuk datang ke klinik dengan segera jika ia mengalami tanda-tanda bahaya tersebut. Dari beberapa pengalaman, akan lebih baik memberikan pendidikan kepada ibu dan anggota keluarga, khususnya pembuat keputusan utama, sehingga si ibu akan didampingi untuk mendapatkan asuhan. Enam tanda-tanda bahaya selama periode antenatal adalah :
a.Perdarahan vagina.
b.Sakit kepala yang hebat, menetap yang tidak hilang.
c.Perubahan visual secara tiba-tiba (pandangan kabur, rabun senja).
d.Nyeri abdomen yang hebat.
e.Bengkak pada muka dan tangan.
f.Bayi kurang bergerak seperti biasa.
3.Mengembangkan Perencanaan Asuhan yang Komprehensif
4.Menetapkan Kebutuhan Test Laboratorium
Tujuan test laboratorium adalah untuk mendeteksi komplikasi-komplikasi dalam kehamilan. Macam test laboratorium dalam asuhan kehamilan yang merupakan kompetensi bidan adalah :
a.Test hemoglobin darah (Hb)
Tujuan : Untuk mengetahui kadar Hb pada ibu hamil.
Untuk mendeteksi anemia gravidarum.
b.Tes protein urine
Tujuan : Untuk mengetahui kadar protein dalam urine.
Untuk mendeteksi pre eklamsia dalam kehamilan.
c.Tes glukosa urine
Tujuan : Untuk mengetahui kadar glukosa dalam urine.
Untuk mendeteksi diabetes mellitus gravidarum.
5.Menetapkan Kebutuhan Untuk Pengobatan Komplikasi Ringan
Dalam menetapkan kebutuhan untuk pengobatan komplikasi ringan dalam kehamilan harus berdasarkan Kep. Menkes No. 900 tahun 2002 tentang registrasi dan kewenangan praktik bidan dan Standar Pelayanan Kebidanan (SPK). Diantaranya yaitu penanganan abortus iminens, pre eklamsia, Hyperemis gravidarum dan anemia dalam kehamilan.
6.Menetapkan Kebutuhan Konsultasi atau Rujukan pada tenaga Profesional Lainnya
Apabila terjadi komplikasi dalam kehamilan, bidan perlu menetapkan kebutuhan konsultasi atau rujukan dengan tenaga professional lainnya untuk mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut.
7.Menetapkan Kebutuhan Untuk Konseling Spesifik atau Anticipatory Guidance
Dalam menetapkan kebutuhan untuk konseling spesifik, harus disesuaikan dengan permasalahan yang dihadapi oleh ibu hamil berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan penunjang yang telah dilakukan oleh bidan.
Beberapa kebutuhan konseling yang perlu diberikan pada setiap ibu hamil pada kunjungan awal adalah pendidikan kesehatan tentang :
a.Tanda bahaya dalam kehamilan.
b.Gizi pada ibu hamil.
c.Persiapan persalinan.
d.Imunisasi TT.
e.Olahraga.
f.Istirahat.
g.Kebersihan.
h.Pemberian ASI.
i.Aktivitas seksual.
j.Kegiatan sehari-hari dan pekerjaan.
k.Obat-obatan dan merokok.
l.Body mekanik.
m.Pakaian dan sepatu.
8.Menetapkan Kebutuhan Konseling HIV/PMS
Untuk menetapkan kebutuhan konseling HIV/PMS hanya diberikan pada ibu hamil dengan riwayat maupun risiko HIV/PMS.
9.Menetapkan Jadwal Kunjungan Sesuai dengan Perkembangan Kehamilan
Menurut standar WHO bahwa dalam kehamilan, minimal kunjungan ANC adalah 4 kali selama kehamilan dengan penjelasan sebagai berikut :
Kunjungan I : dilakukan sebelum minggu ke-14 (pada trimester I)
Kunjungan II : dilakukan sebelum minggu ke-28 (pada trimester II)
Kunjungan III : dilakukan antara minggu 28-36 (pada trimester III)
Kunjungan IV : dilakukan setelah minggu ke-36 (pada trimester III)
2.4. Asuhan Kehamilan Kunjungan Ulang
1.Pengertian
Setiap kali kunjungan antenatal yang dilakukan setelah kunjungan antenatal pertama sampai memasuki persalinan.
2.Tujuan
a.Pendeteksian komplikasi-komplikasi.
b.Mempersiapkan kelahiran dan kegawatdaruratan.
c.Pemeriksaan fisik yang terfokus.
3.Mengevaluasi penemuan masalah
Sebelum melakukan pemeriksaan, bidan hendaknya meninjau kembali data pasien pada kunjungan pertama, untuk mendapatkan informasi tentang :
a.Biodata ibu.
b.Usia kehamilan.
c.Temuan data yang bermakna :
1)Riwayat obtetrik
2)Riwayat perawatan medis
3)Riwayat keluarga
4)Riwayat kehamilan
5)Pemeriksaan fisik awal
6)Pemeriksaan panggul awal
Tujuan dari peninjauan data kunjungan pertama adalah : agar bidan dapat menemukan masalah, persoalan dan aspek khusus yang berhubungan dengan ibu hamil tersebut :
a.Evaluasi data dasar.
b.Evaluasi efektivitas manajemen terdahulu.
4.Pemeriksaan pada kunjungan ulang
Riwayat kehamilan sekarang :
a.Gerakan janin
b.Setiap masalah atau tanda-tanda bahaya :
1)Perdarahan
2)Nyeri kepala
3)Gangguan penglihatan
4)Bengkak pada muka dan tangan
5)Gerakan janin yang berkurang
6)Nyeri perut yang sangat hebat
c.Keluhan-keluhan yang lazim dalam kehamilan
1)Mual dan muntah
2)Sakit punggung
3)Kram kaki
4)Konstipasi
5)Dan lain-lain
d.Kekhawatiran-kekhawatiran lainnya
1)Cemas menghadapi persalinan
2)Rasa khawatir akan kondisi kandungan/janinnya
5.Pemeriksaan fisik
Pada tiap kunjungan ulang antenatal pemeriksaan fisik berikut dilakukan untuk mendeteksi tiap tanda-tanda keluhan ibu dan evaluasi pada janin :
a.Janin :
1)Denyut jantung janin. Normal DJJ 120-160 kali permenit. Apabila kurang dari 120x/menit disebut brakikardi, sedang lebih dari 160x/menit disebut tathicardi.
2)Ukuran janin
3)Dengan cara Mc. Donald untuk mengetahui TFU dengan pita ukur kemudian dilakukan penghitungan tafsiran berat janin dengan rumus (TFU dalam cm) – n x 155 = gram. Bila kepala diatas atau pada spina ishiadica maka n = 12. Bila kepala dibawah spina ishiadica maka n = 11.
4)Letak dan presentasi
Letak dan presentasi dapat diketahui dengan menggunakan palpasi. Salah satu cara palpasi yang sering digunakan adalah menurut Leopold.
a)Leopold I : untuk mengetahui tinggi fundus uteri dan bagian yang berada pada bagian fundus.
b)Leopold II : untuk mengetahui letak janin memenjang atau melintang, dan bagian janin yang teraba disebelah kiri atau kanan.
c)Leopold III : untuk menentukan bagian janin yang ada dibawah (presentasi)
d)Leopold IV : untuk menentukan apakah bagian bawah janin sudah masuk panggul.
b.Aktivitas/gerakan janin
Dikenal adanya gerakan 10, yang artinya dalam waktu 12 jam normal gerakan janin minimal 10 kali.
c.Ibu
1)Tekanan darah
2)Berat badan
3)Tanda-tanda bahaya
4)TFU
5)Umur kehamilan
6)Pemeriksaan vagina
6.Pemeriksaan laboratorium
a.Darah = Hb
b.Urine = protein dan glukosa
7.Asuhan kebidanan pada setiap kunjungan manajemen
a.Langkah 1
Pengumpulan data dasar yang mencakup pengkajian riwayat (kehamilan, kesehatan, social, dan lain-lain), pemeriksaan fisik, pemeriksaan panggul dan pemeriksaan laboratorim.
b.Langkah 2
Interpretasi data dasar yang mencakup :
1)Menentukan keadaan normal.
2)Membedakan antara ketidaknyamanan yang bisa saat kehamilan dan kemungkinan komplikasi.
3)Identifikasi tanda dan gejala kemungkinan komplikasi.
4)Identifikasi kebutuhan.
c.Langkah 3
Antisipasi terhadap masalah yang mungkin muncul. Evaluasi terhadap komplikasi perlu segera dilakukan untuk menentukan tindakan kolaborasi.
d.Langkah 4
Langkah ini perlu jika terdapat keadaan yang abnormal dengan atau tanpa kegawatdaruratan.
e.Langkah 5
Menentukan rencana perawatan menyeluruh mencakup :
1)Menentukan kebutuhan untuk pemeriksaan laboratorium.
2)Menentukan kebutuhan untuk konsultasi dengan dokter.
3)Menentukan kebutuhan untuk evaluasi diet.
4)Menentukan tindakan pemberian pendidikan kesehatan.
5)Menentukan kebutuhan untuk mengurangi ketidaknyamanan atau tindakan pengobatan.
6)Menentukan kebutuhan untuk tindakan pengobatan komplikasi minor (contoh pengobatan vaginitis, bakteri uria asimptomatis, infeksi saluran kemih akut dan anemia).
7)Menentukan kebutuhan untuk konsultasi atau merujuk ke ahli kesehatan lain (ahli gizi, perawat kesehatan masyarakat, analisis).
8)Menentukan kebutuhan konseling.
9)Menjadwal kunjungan ulang.

Baca Selengkapnya......
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS