RSS

Kebutuhan Fisik Ibu Hamil Trimester I , II , III Pada Pekerjaan

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pekerjaan
Pekerjaan dalam arti luas adalah aktivitas utama yang dilakukan oleh manusia. Dalam arti sempit, istilah pekerjaan digunakan untuk suatu tugas atau kerja yang menghasilkan uang bagi seseorang. Dalam pembicaraan sehari-hari istilah ini sering dianggap sinonim dengan profesi.
Pekerjaan adalah segala sesuatu yang dikerjakan oleh manusia dengan berbagai tujuan. Ada yang melakukan pekerjaan dengan terpaksa dan ada juga yang ikhlas. Ada yang melakukan pekerjaan karena memang dia membutuhkan pekerjaan itu, ada juga yang melakukan pekerjaan itu karena untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Ada yang melakukan pekerjaan itu dengan senang hati karena memang menyukai pekerjaan itu. Ada juga yang melakukan suatu pekerjaan dengan terpaksa karena dia tidak menyukai pekerjaan itu.
Pekerjaan dalam arti lain suatu azas bagi setiap manusia. Setiap orang berhak untuk mendapatkan pekerjaan dan berkewajiban menjalani pekerjaan dengan sepenuh hati.



2.2 Jenis-jenis Pekerjaan
Setiap orang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Jenis-jenis pekerjaan dapat dibedakan berdasarkan hasil dari pekerjaannya,yaitu barang dan jasa.
a.Pekerjaan yang menghasilkan barang.
Jenis pekerjaan ini menghasilkan barang yang dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup, seperti makanan minuman dan perabot rumah tangga, dan lain-lain.
Perhatikan contoh dan jenis-jenis pekerjaan serta hasilnya dibawah ini :
1.Petani menghasilkan padi, jagung, dll.
2.Pengrajin menghasilkan meja, kursi dan kerajinan lain-lain.
3.Peternak menghasilkan telur,daging,dan susu.
b.Pekerjaan yang menghasilkan jasa.
Jenis pekerjaan ini menghasilkan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kita membutuhkan pendidikan,layanan kesehatan, layanan transportasi, dan lain-lain. Dokter merupakan pekerjaan yang menghasilkan jasa dalam bidang kesehatan.
Perhatikan contoh jenis pekerjaan serta jasanya berikut ini.
1.Guru berjasa dalam pendidikan.
2.Dokter berjasa dalam kesehatan.
3.Sopir berjasa dalam layanan transportasi.
Jenis pekerjaan lain yang menghasilkan jasa ialah montir,sopir,pengacara,polisi tentara,jaksa,hakim,pegawai negeri,perias pengantin,dan perawat.
2.3 Pekerjaan Yang Boleh Dilakukan Oleh Wanita Hamil
1.Tenaga Pengajar
Bekeja dengan memberikan pengajaran kepada siswa/mahasiswa merupakan pekerjaan yang ringan bagi ibu hamil , tetapi walau demikian wanita harus tetap waspada agar tidar tejadi benturan terhadap kandungannya.
2.Membuat kerajinan tangan
Membuat kerajinan tangan bisa dilakukan wanita hamil karena sangat kecil kemungkinan untuk tidak terjadinya masalah pada kandungannya.misalnya seorang wanita hamil dapat membuat kerajinan tangan seperti merangkai bunga, membuat sulaman, lukisan, rajutan,dll.
3.Memasak
Pekerjan memasak merupakan pekerjaan yang ringan dalam rumah tangga karena wanita hamil tidak merasa lelah bahkan memasak bisa menjadi kegemaran bagi setiap wanita. Dengan memasak ibu hamil dapat membuat makanan sesuai dengan keinginannya yang akan dihidangkan. Dan dengan adanya kegemaran ini ibu hamil tidak perlu untuk pergi keluar rumah karena memerlukan waktu yang cukup lama,selain itu ibu akan merasa kelelehan untuk berjalan kaki.
2.4 Pekerjaan Yang Tidak Boleh Dilakukan Oleh Wanita Hamil
1.Pekerjaan rumah tangga
Jangan pernah menganggap enteng pekerjaan rumah tangga, khususnya bagi kaum pria. Pekerjaan rutin rumah tangga seperti mencuci, mengepel, memasak, menyetrika sering dianggap pekerjaan yang tidak membutuhkan tenaga dan pikiran, pendapat seperti ini jelas salah. Pekerjaan rumah tangga sama melelahkannya seperti pekerjaan lainnya. Tanpa harus bekerja di luar rumah.
Pekerjaan rumah tangga menguras tenaga dan pikiran, apalagi kalau seorang wanita masih harus bekerja di luar rumah, yang paling menyedihkan lagi adalah pada waktu hamil. Jika anda seorang suami yang bertanggung jawab dan memiliki rasa kemanusiaan dan budi pekerti yang baik, maka anda pasti tidak akan membiarkan istri anda melakukan pekerjaan rumah tangga saat hamil.Bicarakanlah segera dengan pasangan dan keluarga dekat anda jika memang menghadapi masalah seperti ini. Karena jika dibiarkan resikonya bukan hanya pada bayi anda tetapi juga diri anda sendiri. Pada saat hamil, kurangilah pekerjaan rumah tangga yang biasa anda lakukan. Kurangilah bersentuhan dengan bahan-bahan kimia dalam rumah tangga, seperti cairan pembersih lantai,pestisida tanaman,dan obat serangga lainnya.
2.Mengangkat barang yang berat.
Sesuatu yang berat itu bekan berarti hanya barang,orang juga termasuk didalamnya. Pekerjaan mengangkat ini sepertinya hampir tidak dapat dihindari oleh siapapun termasuk para ibu. Mengangkat sesuatu di rumah atau ditempat kerja, mengangkat barang belanjaan, atau menggendong anak anda sering menjadi hal-hal yang tidak dapat dihindari. Tetapi sewaktu hamil, ingatlah selalu kondisi anda dan janin anda.
Seperti telah dikatakan dimuka bahwa semakin besar kandungan anda, semakin besar pula peregangan tulang yang terjadi, sehingga tulang-tulang menjadi rentan. Belum lagi perubahan hormon, ketegangan urat dan saraf untuk sang bayi yang menyita energi. Prinsipanya adalah jangan mengangkat apapun yang berat pada saat anda hamil.Anda sudah cukup keberatan dengan bayi yang ada dalam kandungan anda. Mintalah orang lain untuk menggantikan anda jika memang ada yang harus anda diangkat.Dan untuk anak anda yang ingin digendong, berilah pengertian padanya bahwa anda sedang tidak bisa melakukannya, atau jika memang terpaksa, lakukanlah dengan hati-hati dan tidak dalam waktu yang lama.
2.5 Pantangan Kehamilan Terhadap Pekerjaan
1. Pantangan di Trimester I
a. Tidak terbentur atau terjatuh karena bisa mengakibatkan keguguran.
b. Tidak melakukan olahraga berat, seperti lari, aerobik high impact atau angkat beban.
(1)Menunda bepergian jauh untuk sementara, terlebih bila harus melakukan perjalanan udara. Di usia kehamilan 1-3 bulan, ibu masih memerlukan kekuatan ekstra untuk mensuplai segala sesuatu yang penting bagi pertumbuhan janin. Kecapekan dapat membuat suplai nutrisi, energi, hingga oksigen ke calon bayi terhambat.
(2)Hindari minum obat dan jamu kecuali dalam pengawasan dokter. Jangan lupa, janin amat rentan terhadap pengaruh obat-obatan yang bersifat teratogen (zat kimia yang dapat menimbulkan kelainan perkembangan pada janin).
(3)Hindari pakaian ketat yang tidak lentur. Pakaian longgar atau elastis merupakan pilihan yang lebih baik karena tidak akan mengganggu perkembangan janin. Sama halnya dengan bra, kenakanlah bra yang nyaman.
(4)Untuk sementara jangan mengonsumsi makanan yang banyak mengandung gas sebab bisa membuat ketidaknyamanan pada ibu hamil. Bahkan pada kasus tertentu bisa berakibat fatal.
(5)Hubungan suami istri tetap boleh dilakukan kecuali bila dokter melarang atau dari kacamata medis hubungan intim dapat membahayakan ibu ataupun janin.
2. Pantangan di Trimester II dan III
1. Ditrimester dua, kehamilan relative aman. Sekalipun begitu ibu tetapberkewajiban menjaga kandungannya dengan selalu menghindari stress, tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat atau melaksanakan kegiatan yang dapat menimbulkan risiko cedera.
2. Sementara di trimester ke-3 karena yang sering menjadi kekhawatiran adalah cepatnya peningkatan berat badan ibu, maka beberapa pantangan yang berkaitan dengan pola makan berlaku di sini. Umpamanya, kurangi makanan yang mengandung garam karena berpotensi meningkatkan tensi darah dan protein pada urin. Juga jaga agar peningkatan BB tidak lebih dari 2 kg dalam sebulan untuk menghindari keracunan kehamilan (preeklamsia).
3.Tingkatkan asupan buah-buahan dan sayur yang bermanfaat bagi janin dan air ketuban. Makanan bergizi seperti itu juga baik untuk memperlancar BAB dan menghindari sembelit yang biasa dialami ibu hamil trimester akhir. Cukupi kebutuhan minum dengan mengonsumi cairan 8 gelas sehari. Tak perlu khawatir jika jadi sering BAK, karena di kehamilan besar hal ini wajar saja. Yang penting, rasa kebelet pipis tersebut jangan ditahan-tahan sebab bisa memicu terjadinya infeksi saluran kencing.
4.Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, jangan sampai perut ibu terbentur atau ibu terjatuh. Ini penting diperhatikan karena di kehamilan tua, perut akan semakin membuncit dan membuat gerakan ibu semakin tidak “lincah.
5.Di trimester akhir ini, perhatikan organ intim yang akan menjadi jalan lahir bayi dengan lebih saksama. Pada saat kehamilan, ibu rentan menderita keputihan. Sebagai pencegahan, upayakan organ intim selalu bersih dan tidak lembap. Sering-seringlah mengganti celana dalam. Lebih sering lebih baik.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar