RSS

Kebutuhan Fisik Ibu Hamil Trimester I , II , III Pada Memantau Kesejahteraan Janin

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Keadaan Kesejahteraan Janin
Keadaan kesejahteraan janin dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya faktor keturunan dan kondisi kesehatan orang tuannya. Demgan demikian untuk mengupayakanmendapat keturunan yang sehat, sebaiknya orang tua dapat menyiapkan diri secara fisik maupun psikologik jauh sebelum kehamilan dimulai. Kepada mereka perlu dijelaskanmengenai pentingnya kesehatan fisik seperti gizi yang cukup, menghindari pemakaianobat-obatan, merokok, alkohol dan lain-lain begitu pula pentingnya kesiapan psikologik.Terlebih bagi wanita yang mempunyai kecenderungan tejadinya masalah perinatal, seperti wanita dengan diabetes mellitus, yang mana sering diikuti terjadinyakelainan bawaan, atau hipertensi yang sering diikuti insuffiesiensi plasenta dan IUGR (Intra Uterine Growth Retardation) atau terhambatnya pertumbuhan janin dalam rahim,sangat diperlukan dukungan berupa perawatan dan konseling dalam upaya menekanresiko seminimal mungkin.



2.2 Tujuan Pemantauan Kesehatan Janin
Untuk mengenal segini mungkin kapan waktu yang tepat untuk terminasikehamilan sehingga bayi dapat bertahan hidup lebih baik dibandingkan bila tetap beradadalam kandungan.Dewasa ini perkembagan teknologi sudah sedemikian maju sehinggamemungkinkan pengkajian kesejahteraan janin dilakukan lebih teliti, baik selamakehamilan maupun persalinan. Teknik-teknik tersebut ada yang merupakan teknologicanggih, sehingga biasanya baru dapat ditemui di kota-kota besar atau rumah sakit rujukan, seperti:
1.Ultrasonografi ( USG)
2.Kardio Tokografi (KTG)
3.Amnioskopi
4.Amniosintesis, dll.
Sedangkan beberapa teknik lainnya adalah merupakan teknik sederhana ysangsudah sejak lama dilaksanakan. Teknik-teknik ini dapat dilakukan diminasaja dan tidak membutuhkan alat atau sarana yang rumit seperti pengamatan pertumbuhan uterus,auskultasi denyut jantung janin (DJJ) dan pengamatan pergerakan janin.
Pada dasarnya tidak ada satu pun jenis pemeriksaan yang lebih unggul dari yanglain, akan tetapi apabila beberapa hasil pemeriksaan digabungkan, maka ketetapan penilaian kesejahteraan janin diharapkan mendekati keadaan yang sebenarnya.
Pengkajian kesejahteraan terhadap janin harus cermat dan teliti, termasuk tentangriwayat kesejahteraan ibu, ayah dan keluarganya, juga riwayat kehamilan yang lalu. Pengkajian kesehatan janin yang dapat dilakukan pada masing-masing trimester kehamilan adalah sebagai berikut:
1.Pengkajian Kesejahteraan Janin Pada Trimester I
Pengkajian trimester I dilakukan sampai kehamilan berusia 13 minggu. Metode pengkajiannya diarahkan pula untuk menentukan formasi yang adanya kehamilan danusia kehamilan itu sendiri. Informasi yang dikumpulkan meliputi riwayat kesehatan dan pengkajian fisik ibu disamping pengkajian khusus terhadap janin.
1.Auskultasi janinUntuk mendengar DJJ pada kehamilan trimester 1,dapat di guakn alat UltrasoudStetoscope atau dopler.DJJ dapat mulai terdengar dengan alat ini antara usia kehamilan10-12 minggu.Normal frekuensi DJJ adalah 120-160 x/menit dan harus dibedakandengan denyut nadi ibu.

2.Ultrasonografi(USG)Ultrasonografi adalah suatu pemeriksaan yang menggunakan gelombang ultrasounduntuk mendapatkan gambaran dari janin, plasenta dan uterus.

Secara umum USG dapat digunakan untuk menilai
a)Taksiran usia kehamilan
b)Lokasi plasenta
c)Pengawasan dan pertumbuhan dan pergerakan janin
d)Deteksi kehamilan ganda
e)Identifikasi kelainan bawaan
f)Menilai keadaan/ukuran panggul dalam

Selama kehamilan Trimester I USG digunakan untuk:
a)Mengkaji usia kehamilan
b)Mengevaluasi diagnosa perdarahan pervaginaan
c)Memastikan dugaan kehamilan kembar
d)Mengevaluasi pertumbuhan janinPemeriksaan prenatal tambahan (misalnya: amniosintesis, pengambilan cuntoh villichorialis)
e)Mengevaluasi masa pelvic

Biasanya aspek-aspek tersebut dinilai dan dihitung oleh seorang yang terlatihsecara khusus. Lebih tinggi nilainya menunjukkan kesejahteraan janin lebih baik. Nilaiyang rendah dapat menjadikan indikasi diperlukannya penilaian dan pemeriksaan lebihlanjut.
Kandung kemih yang penuh akan meningkatkan kepekaan ultrsonik terutama pada usia kehamilan 20 minggu atau kurang. Karena kandung kemih yang penuh dapatsebagai patokan secara anaotomis dan dapat mengangkat uterus keluar dari rongga panggul sehingga didapatkan gambaran yang lebih baik. Untuk menjadikan kandungkemih penuh, seorang wanita harus minum sekurang-kurangnya 1 liter atau dua jamsebelum prosedur pemariksaan.
Selama pemeriksaan klien akan terlentang kurang lebih selama 3 menit, sehinggaharus sangat diperhatikan kenyamanannya. Semacam jeli akan dioleskan di sekeliling permukaan kulit perut sebagai media kunduktif bagi ultrasound disamping untuk mengurangi gesekan dari transduser selama digerak-gerakkan di permukaan kulit,hanya barang kali akan timbul perasaan yang kurang enak akibat tekanan-tekanandalam keadaan kandung kemih penuh.

2.Pengkajian Kesejahteraan Janin Pada Trimester II
Selama trimester II (UK 14-26 minggu), janin terus tumbuh dan banyak mengalami perubahan. Pengkajian yang dapat dilakukan untuk mgawasi pertumbuhan janin antara lain adalah mengukur tinggi vundus uteri. Sejak uterus dapat diraba secaraabdominal, yaitu biasanya pada usia kehamilan 12 minggu, lokasi fundus uteri terhadapsimfisis pubis dapat diidentifikasi sebagai tingginya fundus uteri.
Pengukuran tinggi Fundus uteri dapat dilakukan dengan dua cara:.
1.Menggunakan meteran, pengukuran ini menurut McDonald”s.
Cara ini dianggap akurat bila dilakukan setelah usia kehamilan 20 minggu,yaitutinggi fundus uteri setinggi pusat. Caranya, garis nol pada pita meteran diletakkan pada tepi atas simfisis pubis, kemudian direntang keatas melalui perut hinggamencapai fundus uteri. Tinggi fundus uteri dinytakan dengan “centimeter”(Cm).Pada waktu fundus uteri setinggi pusat, hasil pengukuran berkisar 20 centimeter.Setiap minggu diharapkan ter-dapat kenaikan tinggi fundus uteri sebanyak kuranglebih satu (1) centimeter. Dengan demikian apabila didapatkan hasil pengukuransetinggi 33 cm, maka usia kehamilannya diperkirakan sekitar 33 minggu.Sedangkan bila usia kehamilan dibawah 20 minggu, pengukuran tinggi fundus dan penentuan usia kehamilan dapat dilakukan dengan cara palpasi menurut
Leopold I.
Cara pengukuran tinggi fundus uteri dengan centimeter ini dapat pula membantume-nentukan perkiraan berat janin dengan rumus dari Johnson Tausak : (Tinggi FUT dalam Cm –12)x 155 = taksiran berat janinContoh : tinggi FUT = 32 cmMaka TBF = (32-12)x155= 3100 gram

2.Palpasi menurut Leopold I
Yaitu menentukan tinggi fundus uteri denganmerabanya secara abdominal.Kemudian ditentukan perkiraan usia kehamilannyadengan menggunakan patokan seperti telah diuraikan terdahulu.Pada pengukuran tinggi fundus uteri, kadang-kadang ditemukan ketidaksesuaianantar tinggi fundus uteri dengan usia kehamilan, dapat lebih besar atau lebih kecil.Beberapa penyebab tinggi fundus uteri lebih besar dari usia kehamilan adalah :
1.Kehamilan ganda
2.Polihidramnion
3.Makrosomia janin
4.Mola hydatidosa

Bila tinggi fundus uteri lebih kecil dari usia kehamilan, dapat disebabkan oleh :
1.Gangguan pertumbuhan janin (growth retarded)
2.Kelainan bawaan
3.Oligohidramnion.

Selama kehamilan trimestere II pengkajian DJJ terus dilakukan dengan menggunakan stetoscope monocular atau stetoscope Leanec. DJJ dapat terdengar padad usia kehamilan 20 minggu. Teknik pemeriksaannya adalah sebagai berikut :
a.Tentukan letak/posisi janin dengan menggunakan teknik palpasi menurutLeopold II dan III
b.Tempelkan stetoscope pada lokasi dimana diperkirakan terletak punggung ataudada janin.
c.Bedakan DJJ dengan denyut nadi ibu dengan cara meraba nadi dipergelangantangan ibud.
Hitung selama 5 detik, berhenti 5 detik, hitung lagi 5 detik, berhenti 5 detik, danhitung lagi 5 detik. Kemudian hasilnya dijumlahkan dan dikalikan 4, makadidapatkan freku-ensi DJJ permenit.Parameter lain yang dapat digunakan untuk menilai kesehatan janin adalah pergerakan janin atau “Quickening”
Pada primigravida, pergerakan janin dapat dirasakan pertama kali oleh ibu pada usiakehamilan 18-20 minggu, sedangkan pada multigravida dapat dirasakan lebih awal yaitu16 minggu. Pada prima gravida, bising usus kadang-kadang diresahkan sebagai gerakan janin. Hal ini disebabkan ibu belum berpengalaman.USG digunakan selama kehamilan trimester II, yaitu untuk :
a.Mengkaji usia kehamilan
b.Mendiagnosa kehamilan ganda
c.Mengkaji pertumbuhan janin
d.Mengidentifikasi stuktur abnormal janin (missal : Hydrocephalus)
e.Membantu prosedur amniosintesis dan fetoskopi
f.Mengkaji lokasi plasenta

3.Pengkajian Kesejahteraan Janin Pada Trimester III
Selama kehamilan trimester III (28-40 minggu) pengawasan pertumbuhan janin,DJJ, dan pergerakan janin terus dilakukan. Kurve pertumbuhan janin pada trimester IIImenunjukkan pertumbuhan yang positif. Diharapkan tinggi fundus uteri bertambahsekitar satu sentimeter se-tiap minggu hingga minggu ke-36.Pada primigravida kepala janin akan turun kepintu atas panggul pada minggu ke-38 danumumnya tinggi fundus uteri akan turun sekitar 2-4cm.Pada keadaan ini ibu dapat mengeluh bertambahnya tekanan dalam panggul namun akanmerasa lebih lega bernafas karena tekanan pada diafragma berkurang.
Pengamatan pergerakan janinSebaiknya ibu hamil diminta untuk mulai mengamati gerakan janinnya setiap harisetelah usia kehamilan 28 minggu. Caranya, setiap hari ibu diminta untuk berbaringmiring dan meraba perut nya untuk merasakan gerakan janin.Hitung berapakah gerakan tersebut terjadi. Pada umumnya 10 gerakan terjadi dalam jangka waktu 20 menit hingga 2 jam bila melebihi jangka waktu 3 jam, maka harusdicatat dan diadakan pengawasan yang lebih cermat terhadap DJJ. Ibu hamil juga perlu diberi pengetahuan secara sederhana tentang pengawasangerakan janin, sehingga ibu dapat memahami apa yang terjadi dan sadar pergerakan bayinyaInformasi tersebut adalah :
1.Pergerakan janin akan bertambah setelah makan
2.Pergerakan ibu dapat membuat pergerakan janin lebih aktif
3.Janin yang normal akan tidur selama kurang lebih 20 menit
4.Selama 2-3 minggu sebelum lahir, aktifitas normal janin akan berkurang.
Selama trimester III, USG seringkali digunakan untuk mengetahui posisi janin dantaksiran uku-ran/berat janin. Lingkar kepala, lingkar perut dan panjang femur merupakan patokan dalam menaksir berat janin dan interval pertumbuhan selama trimester III.

Metoda Pemantauan Kesejahteraan janin lainnya.
Adanya alat-alat pemeriksaan elektronik maupun kimia memungkinkan untuk melakukan pengamatan terhadap janin dalam rahim dengan lebih teliti, melalui tes-testertentu. Informasi keadaan ibu-plasenta-janin dalam keadaan dan berfungsi dengan baik sehingga dengan demikian dapat ditentukan apakah kehamilan dapat dilangsungkandengan aman atau diperlukan suatu tindakan.Bidan akan sering bertanggung jawab untuk menjelaskan dan melaksanakan tes-testersebut, sehingga bidan harus menyadari akan perannya tersebut dan mendukungkeluarga dalam mempertimbangkan semua faktor untuk dapat membuat keputusan yangterbaik bagi ibu maupun janin.

Beberapa tes yang dimaksud akan diuraikan berikut ini :
1.Kardiotokografi (KTG)
Pemantauan ini dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut Kardiotokograf.Dasar kerja KTG adalah gelombang ultrasound untuk mendeteksi frekuensi denyut jantung janin, dan tokodynamometer untuk mendeteksi kontraksi uterus. Kemudiankeduanya direkan pada kertas yang sama, sehingga terlihat gambaran keadaandenyut jantung janin dan kontraksi uterus dalam saat yang sama.Pemerikasaan ini biasanya dilakukan pada usia kehamilan 34 minggu atau lebih,dengan lama pemeriksaan 20 – 30 menit.Tujuan perekaman ialah untuk mendapatkan beberapa tanda:
a.Frekuensi dasar DJJ (normal 120 – 160 x/menit).Bila terdapat gejala terdapatnya hipoksia intra uterin. Bila terdapat DJJ yanglebih cepat hipoksia ringan, infeksi atau reakasi simpatis.
b.Variabilitas atau perubahan frekuensi DJJ (nilai normalnya ialah 5 – 15 x/menit)Bila terdapat perubahan yang jauh lebih rendah, merupakan sejala hipoksis.
c.Pola deselerasiDeselerasi adalah gambaran penurunan DJJ terdapat 3 keadaan yangdihbungkan dengna keadaan patologis tertentu yaitu :
1)Deselerasi dini.Yaitu deselerasi yang terjadi tak lama (< 30 detik) dari timbulnya kontraksiuterus. Pola ini dikaitkan dengan kemungkinan tekanan pada kepala ataugejala dini hipoksia.
2)Deselerasi lambat.Yaitu deselerasi yang terjadi jauh lebih lama setelah timbulnya kontraksiuterus, keadaan ini dapat disebabkan adanya asidosis akibat menurunnyafungsi plasenta.
3)Deselerasi variable.Yaitu deselerasi tidak teratur dan tidak mengikuti pola timbulnya kontraksiuterus. Keadaan ini dikaitkan dengan kemungkinan tekanan pada tali pusat.Ada dua macam tes yang dapat dilakukan dengan alat KTG yaitu :
a.Penampang bioristik/Ultrasonografi (USG)
Pengertian USG telah dibahas sebelumnya. Prosedur ini digunakan untuk mengevaluasi beberapa parameter seperti pergerakan janin, tekanan janin, pernafasan janin, volume cairan ketuban, dan kematangan plasenta. Biasanya aspek-aspek tersebut dinilai dan dihitung oleh seorang yang terlatih secara khusus. Lebihtinggi nilainya menunjukkan kesejahteraan janin yang penilaian yang lebih jauh. Nilai yang lebih rendah dapat menjadikan indikasi diperlukannya penilaian yanglebih jauh.
b.Non Strees Tes
Tes ini secara tak langsung mengkaji fungsi pernafasan plasenta dengan mengamatirespons detak jantung janin terhadap pergerakan janin. Janin yang sehat akanmerespons pergerakan janin dengan ekselerasi (peningkatan) dari detak jantungnya.Hasil tes ini dinyatakan dengan istilah “reaktif” atau negatif yang menunjukkan fungsi pernafasan plasenta yang sehat, ditandai dengan adanay 2 kali akselerasi terdapat peningkatan minimal 15 kali/menit dan bertahan minimal selama 15 detik. Apabilacriteria raktivitas tersebut tidak ditemukan , maka hasilnya dinyatakan “non reaktif”atau positif, yang dapat menunjukkan adanay gangguan fungsi pernafasan plasenta.

2.3 Skala Masa Perkembangan Janin

0-4 minggu setelah konsepsi
1.Pertumbuhan cepat
2.Formasi Plata Embrionik
3.Pembentukan sistem syaraf pusat primitive
4.Pembentukan jantung dan mulai berdenyut
5.Pembentukan pucuk (tonjolan) ekstremitas

4-8 minggu
1.Pembelahan sel yang sangat cepat
2.Pembentukan kepala dan roman muka
3.Semua organ utama terbentuk dalam bentuk primitive
4.Genetalia eksterna telah ada tetapi seks belum dapat dibedakan
5.Pergerakan awal
6.Nampak dalam ultrasonic dari 6 minggu

8-12 minggu
1.Fusi kelopak mata
2.Ginjal mulai berfungsi dan fetus mengeluarkan urine dari 10 minggu
3.Sirkulasi fetal berfungsi sebagaimana mestinya
4.Mulai menghisap dan menelan
5.Seks mulai nampak
6.Bergerak secara bebas (tidak dirasakan ibu)
7.Terdapat beberapa refleks primitive

12-16 minggu
1.Perkembangan skeletal cepat-nampak pada sinar-X
2.Nampak mekonium dalam usus
3.Tampak lanugo
4.Fusi septum nasal dan palatum

16-20 minggu
1.“Quickening” (gerakan fetal pertama)-ibu merasakan gerakan fetal
2.Jantung fetal terdengar pada auskultasi
3.Nampak verniks kaseosa
4.Kuku jari dapat terlihat
5.Sel kulit mulau diperbaharui

20-24 minggu
1.Sebagian besar organ mulai dapat berfungsi
2.Periode tidur dan aktifitas
3.Berespon terhadap suara
4.Kulit berwarna merah dan berkerut

24-28 minggu
1.Dapat hidup jika lahir
2.Kelopak mata kembali terbuka
3.Pergerakan pernafasan

28-32 minggu
1.Mulai menyimpan minyak dan zat besi
2.Testes menurun ke dalam skrotum
3.Lanugo hilang dari wajah
4.Kulit menjadi lebih pucat dan berkurang kerutannya

32-36 minggu
1.Lemak meningkat membuat tubuh menjadi bulat
2.Lanugomenghilang dari tubuh
3.Rambut kepala memanjang
4.Kuku mencapai ujung jari
5.Kartilago telinga melunak
6.Lekukan plantar nampak

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar